LombokPost - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram memperkuat gerakan penataan lingkungan melalui program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni penataan dan perapian sejumlah taman kota. “Termasuk yang sudah kami rapikan itu kawasan Taman Grab Tanah Aji dan taman pertigaan Bertais,” terang Kepala Dinas Perkim Kota Mataram M Nazaruddin Fikri, Jumat (8/5).
Ia mengatakan gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih rutin, tetapi bagian dari upaya membangun budaya kota yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan. “Bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa kota yang bersih, hijau, dan tertata itu menjadi tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.
Menurut Fikri, Kota Mataram sebagai wajah ibu kota provinsi harus terus memperkuat kualitas lingkungan perkotaan. Pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat yang semakin padat harus terus ditata intensif.
Karena itu, pihaknya mulai memperkuat penataan ruang terbuka, taman lingkungan, hingga kebersihan fasilitas publik. Tujuannya agar wajah kota terasa lebih nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga: Tarif Air PDAM Jadi Biang Kerok Inflasi di Kota Mataram
“Kami ingin masyarakat merasa lebih nyaman menikmati ruang-ruang kota. Taman itu bukan hanya penghias jalan, tetapi ruang hidup masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, gerakan ASRI sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembenahan lingkungan secara menyeluruh. Mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
Dalam konsep tersebut, penanganan sampah, penghijauan, estetika kota, hingga kualitas permukiman menjadi satu kesatuan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. “Presiden meminta lingkungan permukiman dan kota dibangun lebih aman, sehat, resik, dan indah. Itu yang coba kita terjemahkan di Kota Mataram,” ujarnya.
Selain penataan taman, Perkim juga mulai mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Termasuk merawat tanaman dan fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah.
Baca Juga: Kualitas Jadi Harga Mati! Alasan Dewan Dukung Konsultan Rp4,9 M Kawal Kantor Wali Kota Baru
Menurut Fikri, keberhasilan program ASRI tidak mungkin hanya bergantung pada pemerintah tanpa keterlibatan warga. “Kalau masyarakat ikut menjaga, kota ini akan jauh lebih indah dan nyaman. Jadi budaya merawat lingkungan itu yang ingin kita bangun,” katanya.
Ia menambahkan, konsep ASRI berkaitan dengan pembangunan kawasan permukiman yang lebih berkualitas. Termasuk mendorong ruang hijau yang lebih tertata di kawasan perkotaan.
“Kota yang baik itu bukan hanya banyak bangunannya, tetapi bagaimana warganya bisa hidup nyaman dengan lingkungan yang sehat dan asri,” ujarnya.
Ke depan, Perkim berencana terus memperluas gerakan penataan lingkungan ke sejumlah titik lain. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan lintas OPD.
“Ini gerakan jangka panjang. Harapannya Mataram benar-benar bisa menjadi kota yang aman, sehat, resik, dan indah sesuai semangat program ASRI,” tutupnya. (zad/r9)
Baca Juga: Sesuai Arahan Presiden Prabowo! Mataram Mulai "Percantik Diri" Lewat Gerakan Indonesia ASRI
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin