LombokPost – Dampak lesunya perekonomian dan minimnya lapangan pekerjaan di Kota Mataram mulai merembet ke sektor keamanan lingkungan. Berdasarkan hasil serap aspirasi (reses) anggota DPRD Kota Mataram, warga di berbagai kampung kini mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas jalanan dan pencurian yang menyasar pemukiman mereka.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mataram Baiq Zuhar Parhi, mengungkapkan adanya korelasi kuat antara kebijakan ekonomi yang mempersempit ruang gerak masyarakat dengan meningkatnya angka kejahatan. Menurutnya, ketika perut lapar dan lapangan kerja ditutup, sebagian oknum masyarakat memilih jalan pintas yang melanggar hukum.
"Lagi deh kayak ini kalau kriminal meningkat, yang ini (tanggung jawab) siapa? Hanya gara-gara masyarakat susah mencari makan," ujar Baiq Parhi, Kamis (21/5/2025).
Keresahan terkait gangguan kamtibmas ini, lanjut Baiq Parhi, secara masif disuarakan oleh kaum ibu atau emak-emak di wilayah pemilihannya. Mereka merasa lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak lagi aman dari intaian para pelaku pencurian motor hingga tabung gas elpiji.
"Laporan yang tadi waktu reses, rata-rata pada minta CCTV, karena keamanan kampung, banyak pencurian LPG, pencurian motor di kampung-kampung, Bu. Maksudnya kalau emak-emak aja sampai sangat peduli pada lingkungan,berarti keadaan sedang tidak baik-baik saja," paparnya.
Selain meminta pengadaan kamera pengawas (CCTV) untuk memantau gerak-gerik pelaku kejahatan, warga perkampungan di Mataram juga mendesak pemerintah menyediakan fasilitas internet gratis atau Wi-Fi guna menunjang komunikasi dan keamanan digital di tingkat lingkungan.
"Minta WiFi juga," tambah Baiq Parhi menirukan usulan konstituennya di lapangan.
Baca Juga: Izin Ritel Modern Distop, DPRD Mataram Khawatirkan Lonjakan Pengangguran di Tengah Krisis
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin