LombokPost - Dinas Kesehatan Kota Mataram bersama Summit Institute for Development (SID) akan memulai program pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS) kepada ibu hamil pada akhir Juni mendatang.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki status gizi ibu hamil sekaligus mencegah kematian ibu dan bayi, bayi berat lahir rendah (BBLR), serta stunting sejak masa kehamilan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan menjelaskan, program tersebut difokuskan pada upaya pencegahan agar kondisi ibu hamil tetap stabil selama masa kehamilan dan pertumbuhan janin berlangsung optimal.
“Tujuan program ini adalah mencegah kematian ibu, mencegah kematian bayi, mencegah lahirnya bayi-bayi dengan berat lahir rendah, dan mencegah stunting. Jadi intervensi pencegahan dilakukan melalui pemberian tablet MMS ini,” ujarnya, Rabu (3/6/2026)
Menurutnya, kondisi gizi ibu selama kehamilan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Dengan status gizi yang baik, diharapkan bayi lahir dalam kondisi sehat, memiliki berat badan normal, dan terhindar dari risiko stunting.
Program MMS yang saat ini dijalankan masih berada pada tahap penelitian. Melalui studi tersebut, akan diukur dampak pemberian MMS terhadap peningkatan status gizi ibu hamil dan kesehatan bayi yang dilahirkan.
“Nanti akan dilihat secara signifikan dampaknya terhadap kondisi gizi ibu hamil. Namun program ini belum dimaksudkan untuk menggantikan tablet yang selama ini diberikan pemerintah karena masih dalam tahap penelitian,” katanya.
Di Kota Mataram, setiap ibu hamil yang menjadi peserta program akan menerima 180 tablet MMS yang dikonsumsi setiap hari selama enam bulan masa kehamilan.
Baca Juga: SPPG Yayasan Batu Emas Banyumulek Rutin Lakukan Evaluasi Menu Demi Jaga Selera Penerima Manfaat MBG
“Setiap ibu hamil akan mendapatkan 180 tablet. Tablet itu dikonsumsi satu kali setiap hari selama enam bulan,” jelasnya.
Program yang didukung penuh oleh SID tersebut tidak hanya mencakup pemberian suplemen, tetapi juga edukasi kepada ibu hamil. Edukasi dilakukan melalui pendekatan digital maupun non-digital untuk mengetahui metode yang paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen.
“Kami bersama puskesmas dan tim dari Summit akan melakukan edukasi, pemantauan, pelaporan, hingga evaluasi program. Nantinya juga akan dilihat metode mana yang tingkat keberhasilannya lebih tinggi, apakah pendekatan digital atau non-digital,” terangnya.
Kota Mataram menjadi daerah keempat pelaksanaan program MMS di Pulau Lombok. Sebelumnya program serupa telah berjalan di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Setelah Mataram, program akan dilanjutkan di Kabupaten Lombok Barat.
Secara keseluruhan terdapat lima kabupaten/kota di Pulau Lombok yang menjadi lokasi pelaksanaan program penelitian tersebut.
Seluruh pembiayaan program, termasuk pengadaan dan distribusi logistik, ditanggung oleh SID. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Semua program ini dibiayai oleh Summit Institute. Kami di Kota Mataram men-support penuh karena ini merupakan upaya yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi,” katanya.
Pelaksanaan program MMS juga telah mendapat dukungan dari organisasi profesi kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tingkat Provinsi NTB.
Dinas Kesehatan berharap hasil penelitian yang diperoleh nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas intervensi kepada seluruh ibu hamil di Indonesia apabila terbukti memberikan manfaat signifikan.
Baca Juga: Top 3 Rangkuman Berita AC Milan, dari Pemain Muda, Calon Pelatih, hingga Potensi Penjualan Bintang
“Harapannya ke depan program ini bisa dilakukan pemerintah secara lebih luas. Karena pencegahan jauh lebih mudah dibandingkan menangani anak yang sudah terlanjur mengalami stunting. Dengan memperkuat pencegahan sejak masa kehamilan, kita berharap semakin sedikit bayi yang lahir dengan risiko stunting,” pungkasnya.