Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Dibohongi Investor Rp 200 M?

Administrator • Jumat, 1 Maret 2019 | 09:40 WIB
MAU DIPINDAH: Seorang pedagang ayam di pasar Kebon Roek sedang menunggu pembeli, beberapa waktu lalu.
MAU DIPINDAH: Seorang pedagang ayam di pasar Kebon Roek sedang menunggu pembeli, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Lagi-lagi Pemerintah Kota Mataram jadi korban investor Pemberi Harapan Palsu (PHP). Kali ini terkait rencana relokasi pasar Kebon Roek ke Kebon Talo.


Sebelumnya, pemkot sempat berbunga-bunga dengan kedatangan beberapa orang yang mengaku siap menanam modal sekitar Rp 200 miliar. Mendukung relokasi pasar Kebon Roek ke wilayah Kebon Talo.


Tapi sejak pertemuan di penghujung bulan Januari lalu, hingga kini, hampir satu bulan berlalu, belum ada komunikasi lagi dengan calon pemodal itu.


“Belum ada kabar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Amran M Amin.


Padahal disebutkan, investor itu telah melakukan segala hal. Mulai dari Feasibilty Study hingga berencana mengajak pemkot studi banding ke Jakarta. Melihat seperti apa pengeloaan pasar tradisional yang di pihak ketigakan pada swasta.


Amran sendiri belum bisa memastikan apakah investor itu masuk kategori investor PHP. “Ya kita saat ini hanya bisa menunggu (investor itu datang lagi),” imbuhnya.


Tapi ogah kecele karena menunggu sesuatu yang tak jelas, Amran mengaku telah menyiapkan plan B yang juga telah berjalan. Yakni dengan meminta anggaran dari pemerintah pusat terkait rencana relokasi pasar.


“Kita memang buat dua penjuru, pertama lewat pemerintah pusat. Kedua lewat investor,” terangnya.


Amran menyebut proposal ini pun telah disampaikan pemerintah pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kementerian Perdagangan atas rencana relokasi pasar Kebon Roek ke Kebon Talo tersebut.


“Di proposal itu kita usulkan anggaran sekitar Rp 75 miliar,” jelasnya.


Usulan anggaran ini memang lebih sedikit di banding tawaran investor yang datang menemui wali kota beberapa waktu lalu. “Bentuknya juga lebih sederhana, hanya los-los pasar saja,” terangnya.


Sebelumnya, Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, ada investor yang mengaku berasal dari Jakarta tertarik menanamkan modal. Bahkan dengan dana yang diiming-imingi, pasar yang akan dibuat tidak hanya bisa menampung satu pasar. “Tapi kita berharap pedagang pasar ACC bisa kita pindahkan ke sana,” kata Tura.


Investasi besar dan ide mempihakketigakan pasar ini diharapkan bisa jadi contoh bagi pasar lainnya bila ingin membuat tampilan rapi, bersih, dan higienis. Bahkan Tura mengaku sangat yakin, bahwa investor ini serius mengingat beberapa upaya telah mereka lakukan untuk mendukung rencanannya.


“Mereka  juga serius mau ikut beuty contest atau lelang investasi,” yakinnya.


Luasan lahan yang tersedia di Kebon Talo mencapai 4 hektare (ha). Didukung pula lokasi strategis membuat investor itu serius melihat potensinya. Bahkan setelah 30 tahun kontrak berakhir, mereka bersedia menyerahkan asetnya pada pemerintah daerah.


 “Dan mereka yakin saat itu telah kembali modal dan untung,” tandasnya. (zad/r5)


Editor : Administrator
#Metropolis