Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ada Gejala Korona, Segera Periksa!

Redaksi Lombok Post • Senin, 23 Maret 2020 | 16:44 WIB
Seorang petugas mengenakan masker  untuk mencegah penularan korona saat menyambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar MV Columbus di Pelabuhan Gili Mas Lembar Lombok Barat Selasa (10/3/20).(Ivan/Lombok Post)
Seorang petugas mengenakan masker untuk mencegah penularan korona saat menyambut kedatangan penumpang Kapal Pesiar MV Columbus di Pelabuhan Gili Mas Lembar Lombok Barat Selasa (10/3/20).(Ivan/Lombok Post)

MATARAM-Kurangi aktivitas di luar rumah menjadi imbauan guna mencegah penyebaran virus Korona. ”Ini sebagai langkah pencegahan. Kita harus waspada,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.


Menghadapi pandemi virus korona, Ahyar meminta masyarakat juga proaktif. Di sisi lain, pemerintah telah menyediakan sarana di ruang publik. Seperti penambahan tempat cuci tangan di seluruh taman kota.


Keterlibatan masyarakat, dengan cara mematuhi imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Seperti membatasi aktivitas di luar rumah. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hingga tidak bepergian ke wilayah endemis korona.


Selain itu, Ahyar juga berharap masyarakat yang sakit. Terindikasi seperti gejala yang ditimbulkan akibat terpapar virus korona, untuk tidak menyembunyikannya. ”Lapor ke petugas kesehatan. Gak boleh begitu,” cetus Ahyar.


Kata Ahyar, ia akan menginstruksikan kepada petugas kesehatan. Termasuk petugas di kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan. Untuk memantau kondisi warga mereka di wilayah masing-masing.


Apabila menemukan warganya yang terindikasi dan sakit, diharapkan bisa langsung dijemput. ”Kita hindari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan lakukan pencegahan lebih dini. Kita juga menjaga,” tuturnya.


Potensi warga yang tidak responsif dengan petugas kesehatan dipicu masalah psikologis. Ada kekhawatiran sakit yang diderita akibat virus korona, membuat mereka dikucilkan lingkungan sekitar. Atau ketakutan harus diisolasi.


Menurut Ahyar, hal tersebut tentu tidak dibenarkan. Warga harus memikirkan kepentingan yang lebih luas. Pemerintah tentunya akan berusaha juga semaksimal mungkin untuk memastikan kesehatan warganya terjaga.


”Kita meminta warga lainnya juga kalau menemukan hal seperti itu, bisa melaporkan kepada satgas. Setidaknya di lingkungan,” kata Ahyar.


Ahyar melanjutkan, pemkot sudah mulai membuat tempat cuci tangan di sejumlah ruang publik. Ia berharap perusahaan swasta bisa juga mengikuti. Termasuk BUMD dan BUMN yang berkantor di Mataram.


Kampanye untuk mencegah penyebaran virus Korona, terlihat tidak saja dilakukan pemerintah. Beberapa ritel modern nampak menempelkan stiker imbauan di pintu masuk toko. Isinya, meminta pembeli untuk membuka pintu menggunakan siku atau mendorong dengan bahu.


Imbauan ini untuk menghindari penyebaran virus korona yang tertempel pada gagang pintu. ”Seluruh toko ditempeli imbauan seperti itu,” kata Ayu, salah seorang pramuniaga. (dit/r5)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Virus Korona #Headline #Antisipasi Korona