Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Efektivitas Pemeriksaan Pengendara di Pintu Masuk Mataram Diragukan

Redaksi Lombok Post • Senin, 6 April 2020 | 15:25 WIB
KURANG EFEKTIF: Sejumlah pengendara diperiksa suhu tubuh menggunakan thermal gun di pintu masuk Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
KURANG EFEKTIF: Sejumlah pengendara diperiksa suhu tubuh menggunakan thermal gun di pintu masuk Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Pengecekan suhu tubuh bagi pengendara sepeda motor di pintu masuk Kota Mataram dinilai tidak tepat. Karena pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun, hanya untuk di dalam ruangan atau gedung.


“Bukan di jalan atau tempat terbuka,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Dianita Rahmi.


Dijelaskan, jika pemeriksaan dilakukan di luar gedung, maka hasilnya tidak efektif. Bisa saja orang yang suhu tubuhnya normal, tiba-tiba tinggi karena pengaruh cuaca. Apalagi jika cuaca panas. “Ini malah nantinya akan meresahkan masyarakat,” ucap perempuan berjilbab ini.


Pun juga dengan kondisi warga yang sehat, tiba-tiba nantinya bisa disebut sakit karena hasil pemeriksaan suhu tubuhnya tinggi. Seperti di Terminal Mandalika Minggu (5/4), sebagian besar orang yang diskrining suhu tubuhnya tinggi. Ini membuat warga panik. Namun setelah dicek kembali usai diberikan istirahat beberapa menit, suhu tubuhnya normal. “Ini kan membuat orang panik,” ujarnya.


Ia tidak ingin warga panik dengan pemeriksaan  ini. Di saat mereka diperiksa, tiba-tiba suhu tubuhnya tinggi. Sehingga orang beranggapan banyak sekali orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Mataram. Padahal, mereka suhu tubuhnya tinggi karena cuaca panas.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, untuk pemeriksaan pengendara sepeda motor ditentukan waktunya. Pada waktu siang tidak dilakukan pemeriksaan.


“Kita jeda dulu pada siang untuk sepeda motor. Jam sepuluh sampai jam lima sore kita jeda. Dilanjutkan kembali sampai jam sepuluh malam,” terangnya.


Skrining tetap dilakukan bagi warga yang masuk Kota Mataram. Bagi pengendara sepeda motor akan dilakukan mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita. Kembali dilanjutkan pukul 17.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. “Kalau mobil tetap kita periksa. Tidak berpengaruh pada cuaca,” tukasnya.


TKI Pulang Kampung


Sementara itu, jelang Ramadan, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pulang kampung. Hal ini harus diantisipasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kota Mataram guna meminimalisir penyebaran Covid-19. “Kalau sekarang belum ada TKI yang pulang,” kata Kepala Disnakertrans Kota Mataram Hariadi, Minggu (5/4).


“Kita khawatirkan pas Ramadan ini. Biasanya mereka (TKI) pulang jelang Lebaran,” imbuh mantan Camat Mataram ini.


Diungkapkan, tercatat sekitar 445 TKI pada 2019 lalu. Mereka menyebar di sejumlah negara. Jumlah ini menurun dibandingkan 2018 lalu sebanyak 600 lebih. Saat ini kata dia, belum ada satu pun TKI dari Kota Mataram yang pulang. Padahal, pemprov sudah merilis ada 15 TKI asal Kota Mataram yang pulang. “Kok kita endak tahu. Belum ada laporannya,” ujar dia.


Merebaknya Cavid-19 tidak tidak ada TKI yang dipulangkan. Jadi kata dia, jika pun ada statusnya apa. Legal atau ilegal.


Hariadi sudah meminta kepada lurah agar menginformasikan jika ada TKI yang pulang. Sampai saat ini, kata dia, belum ada laporan dari lurah terkait adanya TKI yang pulang. Padahal, sejumlah wilayah di Kota Mataram sudah ada TKI yang pulang.


Ia tidak tahu pasti jika saat ini ada TKI dari Kota Mataram yang pulang. Karena jika pulang tanpa sepengetahuan dari Disnakertrans Kota Mataram. “Pas mau berangkat saja melapor. Pulangnya tidak,” terang dia.


Namun demikian, ia akan meminta data para TKI di Kota Mataram di setiap lurah. Ia ingin memastikan TKI mana yang pulang. Apakah ilegal atau legal. “Ini yang belum kita tahu,” ujarnya.


Terpisah, Lurah Selagalas Yusrin mengatakan, ada tiga TKI yang baru pulang di Kelurahan Selagalas. Kini ia masih dalam pengawasan. “Ini terus kita awasi. Yang baru datang dari luar daerah juga kita awasi,” ujarnya.


Yusrin mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat mengantisipasi Covid-19 . Mulai dari penyemprotan disinfektan dan menutup pintu masuk lingkungan orang luar tidak  sembarang masuk. “Partisipasi warga meminimalisir penyebaran  Covid-19 sangat kami butuhkan,” tukasnya. (jay/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Tes Korona #pengecekan suhu #Gejala Korona