MATARAM-Dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram sembuh. Pasien itu berinisial M dan NE.
“Tinggal menunggu hasil Swab kedua. Biasanya kalau Swab pertama negatif, yang kedua juga negatif,” kata Ketua Direktur RSUD Kota Mataram H dr Lalu Herman Mahaputra, Minggu.
Diungkapkan, sampai saat ini sudah enam pasien positif Korona yang sembuh setelah dirawat intensif di RSUD Kota Mataram. Ini artinya, pasien Korona bisa disembuhkan.
"Intinya pasien bisa menjaga imun tubuhnya," kata pria yang akrab disapa Dokter Jack itu.
Menurutnya, jika imun tubuh pasien lemah atau ada riwayat penyakit lain, maka virus ini akan cepat menyerang organ tubuh lainnya. “Kita harus menjaga tubuh untuk tetap bugar. Istirahat penuh,” ungkapnya.
Saat ini, kata Jack, pasien positif di Kota Mataram jumlahnya 29 orang. Sembuh enam orang. “Tapi yang dirilis sembuh baru empat orang. Karena yang dua orang masih menunggu hasil Swab kedua,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Jack juga mengatakan, hari ini pihaknya akan melakukan rapid test kepada pasien klaster Bogor. Jumlahnya sepuluh orang. “Kita juga akan melakukan rapid test kepada orang yang pernah kontak dengan klaster ini,” ucapnya.
Menurutnya, orang dalam pemantauan (ODP) lebih berbahaya dari pada PDP. Sebab, tidak jarang ODP keluar rumah untuk melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Kita ingin masyarakat yang mampu, bisa menyisihkan rezekinya kepada ODP,” ujarnya.
Paling tidak ungkap Jack, di depan rumah ODP ditaruhkan mi instan, beras, atau makanan. Jangan sampai dengan status ODP mereka dikucilkan. “Kalau yang pagah (tidak mau nurut imbauan pemerintah) wajar dikucilkan,” ucapnya.
Tapi untuk ODP yang tidak pernah keluar rumah paling tidak diberikan bantuan. “Apa yang mau mereka makan kalau diam di rumah,” kata Jack.
Sementara itu Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa belum mengaku mendapat informasi terkait penambahan jumlah pasien sembuh positif di Kota Mataram yang terbaru. “Kalau kita masih berpegang di empat orang yang sembuh. Belum ada penambahan,” ucapnya.
Namun demikian, kata dia, adanya penambahan pasien positif tentu kabar baik. Kondisi ini akan memberi semangat bagi pasien lainnya untuk bisa sembuh dari penyakit ini. (jay/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post