Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PCBL, Tugas Makin Berat Kepala Lingkungan Pertanyakan Dukungan Pemkot Mataram

Administrator • Jumat, 8 Mei 2020 | 14:45 WIB
BANTUAN: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan bantuan penanganan Korona ke kepala lingkungan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (6/5). (Diskominfo for Lombok Post)
BANTUAN: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan bantuan penanganan Korona ke kepala lingkungan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (6/5). (Diskominfo for Lombok Post)
MATARAM-Kerja kepala lingkungan bakal semakin berat. Pascaprogram penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) diterapkan Pemkot Mataram. ”Gagasannya bagus, kami apresiasi. Tapi harus jelas seperti apa bentuk dukungannya,” kata Kepala Lingkungan (Kaling) Gapuk Selatan Johan Rahmatulloh, kemarin.

Bentuk dukungan Pemkot Mataram yang konkret dalam program PCBL ini dinilai lebih penting bagi seluruh kaling. Apalagi dalam rencana aksi di program PCBL, ada lebih dari 40 item yang menjadi tanggungjawab kaling.

Misalnya, pembatasan aktivitas dan pencatatan bepergian warga; deteksi dini bagi warga yang berstatus PPTG, OTG, ODP, hingga PDP; memastikan warga melaksanakan pola hidup bersih dan sehat; sampai kepada membentuk unit media center informasi covid-19 berbasis lingkungan.

Kata Johan, rutinitas kaling saat kondisi normal saja, sudah cukup banyak. Ditambah dengan beban baru untuk penanganan Covid-19. ”Seringkali kaling protes dalam setiap pertemuan. Tapi apa-apa yang menjadi kebijakan pemkot, tetap pasti dijalankan,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19, tuntutan masyarakat sebenarnya sederhana. Sebagian besar berharap percepatan distribusi dan kejelasan bantuan. Apalagi sudah banyak masyarakat yang menjualn barang berharga untuk memenuhi kebutuhan mereka.

”Sudah terjepit posisinya sekarang, tidak ada pemasukan. Wali kota mana tahu dan tidak akan pernah tahu kalau masyarakat di bawah sudah sampai sejauh itu mencoba bertahan hidup,” tutur Johan.

PCBL yang menjadi program Pemkot Mataram akan dibantu tim asistensi. Dari berbagai kalangan. Johan turut menyoroti keberadaan mereka.

Bagi Johan, pembentukan tim tersebut terlalu berlebihan. Hanya membuang-buang anggaran. Yang seharusnya bisa diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19. Atau anggaran tersebut digunakan untuk operasional kepala lingkungan untuk lebih maksimal mengedukasi serta mengontrol warganya.

PCBL pun, lanjut dia, tak lebih dari sekadar program copy paste. Yang dasar-dasarnya sebenarnya telah dijalankan sejumlah lingkungan. Setelah muncul kasus positif pertama kali di Kota Mataram.

Seperti penyediaan portal di lingkungan; pos jaga; menyediakan tempat cuci tangan; pemberian masker; hingga memantau keberadaan warga yang bertamu ke lingkungan. Kemudian dengan PCBL, pemkot membuatnya lebih detail. Yang artinya, menambah banyak tugas kaling.

Karena itu, Johan menilai pembentukan tim asistensi perlu dipertimbangkan kembali. Kalau perlu dibatalkan. ”Lebih baik begitu. Jangan dibuat tapi ujungnya tidak optimal. Yang ada buang-buang anggaran. Mending dialokasikan ke hal yang bermanfaat,” tandas Johan.

Sementara itu, Sekretaris Forum Silaturahmi Kaling Kecamatan Mataram Muzakallah mengatakan, pada dasarnya mereka setuju dengan PCBL. Tapi jangan hanya tugas saja yang dibebankan kepada kaling.

Tugas dalam PCBL harus juga diimbangi dengan kesejahteraan untuk kaling. ”Kaling juga manusia, butuh kesejahteraan. Paling tidak jangan seperti kemarin, honor kaling sampai tertunda tiga bulan,” kata Muzakallah.

Sementara itu, di tempat terpisah Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta bantuan kepada kepala lingkungan. Sebab, untuk melawan Korona, dibutuhkan gerakan massif, terstruktur, dan sistemik. Serta pengawasan yang ketat memutus rantai penyebaran Covid-19 dari program PCBL.

“Kepala lingkungan menjadi pemimpin penanganan Covid-19 di setiap lingkungan,” tegas Ahyar.

Diutarakan, langkah-langkah maupun anggaran disiapkan untuk memutus penularan Covid-19 sudah dilakukan. Akan tetapi tidak ada artinya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat. Ahyar berharap semua pihak bisa berpartisipasi, membantu, dan mendukung program PCBL ini.

“Kekhawatiran kita sekarang ini transmiter lokal. Bukan lagi dari klaster luar,” ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Sementara itu Kepala BPBD Kota Mataram Mahfudin Noor mengatakan, program PCBL ini akan memberikan akselerasi serta panduan bagi gugus tugas sampai di tingkat lingkungan dalam mempercepat penanganan Covid-19. Gugus tugas akan membagikan 300 masker di masing-masing lingkungan, satu thermal gun, buku pedoman, dan membagikan 975 tempat cuci tangan untuk semua lingkungan, serta alat semprot disinfektan. (dit/r3) Editor : Administrator
#Virus Korona #Pemkot Mataram #PCBL #Ahyar Abduh