Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mohan Tetap Pilih Mujib, Makmur-Ahda di Ujung Tanduk

Administrator • Rabu, 17 Juni 2020 | 10:29 WIB
BERSANDING TAPI BERSAING: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (dua dari kiri) dan Wakil Wali Kota Mataram (tiga dari kiri) saat menghadiri acara vaksinasi perdana Kamis (14/1) lalu. (TONI/LOMBOK POST)
BERSANDING TAPI BERSAING: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (dua dari kiri) dan Wakil Wali Kota Mataram (tiga dari kiri) saat menghadiri acara vaksinasi perdana Kamis (14/1) lalu. (TONI/LOMBOK POST)
MATARAM-Harapan Putra Sulung Wali Kota Mataram H Badruttamam Ahda mendampingi H Mohan Roliskana bertepuk sebelah tangan. Sebab, Mohan yang kini menjabat Wakil Wali Kota Mataram itu tetap memilih TGH Mujiburrahman sebagai pendampingnya.

“Kita (paket Mohan-Mujib, Red) sudah pegang dua model surat. Yakni, surat sementara dan surat tugas,” kata Mohan, kemarin.

Itu artinya, ia dan TGH Mujib sudah mendapat tugas dari DPP Golkar untuk melakukan konsolidasi dan koalisi dengan parpol lain. Dan, Mohan mengaku sudah melakukan tugas itu. "Setelah surat tugas, akan dilanjutkan dengan surat rekomendasi. Ini tentu akan dikeluarkan partai dalam bentuk paket,” ujar dia.

Ia melihat respons masyarakat terhadap paket Mohan Mujib sangat baik. Mesin-mesin partai yang sempat dingin karena Covid-19 juga mulai memanas.

“Kita ini (paket Mohan-Mujib, Red) enak turun ke masyarakat. Karena sudah dalam bentuk paket,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram itu.

Ia memprediksi, surat rekomendasi dari DPP Golkar akan diterimanya pada Agustus mendatang. “Kami optimis karena kami ini merupakan kader Golkar," ungkapnya.

Sementara terkait dengan partai koalisi, Mohan menyebut sudah membangun komunikasi dengan sejumlah parpol. Hanya saja, arah dukungannya masih belum mengerucut. ”Artinya perlu lebih dalam lagi kita bicara. Menyatukan misi dan komitmen politik bersama,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga DPD I Golkar Hasan Mahsat menuturkan, DPP Golkar sudah memberikan tugas kepada Bapaslon Wali dan Wakil Wali Kota yang akan diusung. Namun, katanya, itu belum final. Bisa saja berubah di tengah jalan. “Tapi kalau di Kota Mataram Paket H Mohan-TGH Mujib bisa final,” ujarnya.

Alasannya, elektabilitas dan poularitas paket ini terus naik. “Karena itu, kami berharap surat rekomendasi bisa keluar secepatnya,” harapnya.

 

Makmur-Ahda Bubar?

Sementara itu, bakal pasangan calon HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda di ujung tanduk. Partai Gerindra, yang memberikan surat tugas, belum melihat progres lobi-lobi politik yang dilakukan keduanya.

”Kita akan panggil untuk melakukan evaluasi,” kata Ketua DPC Gerindra Kota Mataram I Gde Sudiartha, kemarin.

Partai Gerindra, Februari lalu, telah memberikan surat tugas kepada Makmur-Ahda. Dengan harapan mereka bisa menarik dukungan dari partai politik (parpol) lain. Untuk menggenapi persyaratan mengusung satu paket pasangan calon di Pilwali 2020.

Gede Batu, sapaan karib Sudiartha mengatakan, Makmur-Ahda memang diberikan keleluasaan. Untuk melibat parpol lain. ”Kalau cuma Gerindra, kan tidak bisa mengusung. Cuma enam kursi di DPRD Kota Mataram. Makanya kita berikan surat tugas,” tuturnya.

Setelah tiga bulan surat tugas diberikan, Gede Batu menyebut Makmur-Ahda belum memberikan laporan. Terkait hasil lobi-lobi politiknya. Karena itu, hari ini atau besok, Makmur-Ahda akan dipanggil untuk dilakukan evaluasi.

Langkah evaluasi perlu dilakukan. Gerindra tak ingin pasangan yang telah diberikan surat tugas, justru tak serius menjalankannya. ”Kalau tidak bisa tarik partai lain, artinya kan kami kurang. Tidak bisa mengusung. Bisa bubar,” tuturnya.

Kata Gede Batu, sejauh ini komunikasi politik dilakukan kepada semua partai. Secara de facto, ia menyebut Partai Hanura dan PKB, yang masing-masing memiliki satu kursi, siap mendukung pencalonan Makmur-Ahda.

Namun, Gerindra perlu bentuk dukungan konkret. Tentunya berupa surat rekomendasi dari kedua partai tersebut, untuk mendukung bapaslon Makmur-Ahda. Hanya saja, Gede Batu melihat Makmur-Ahda belum menunjukkan surat rekomendasi dari partai lain.

”Di evaluasi nanti, kalau bisa ada surat rekom dari partai lain. Kalau tidak, nanti kita berikan lagi kesempatan kedua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gede Batu mengatakan, partainya tidak akan mengingkari apa yang telah diputuskan. Begitu juga sebaliknya, bapaslon yang sudah diberikan surat tugas, harus juga bisa meyakinkan mereka. Apalagi ini terkait dengan strategi politik ke depannya.

”Kalau sudah konkret, tentu kita bisa bertemu dengan partai pengusung lain. Untuk membicarakan strategi pilwali,” tandas Gede Batu.(dit/jay/r3)

  Editor : Administrator
#Headline #Badruttamam Ahda #Pilwali Mataram #H Ahyar Abduh #Mohan Mujib #Mohan Roliskana