Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menikmati Sunset Sambil Bermain Layangan di Pantai Loang Baloq Mataram

Administrator • Kamis, 25 Juni 2020 | 16:37 WIB
TIDAK BERBAHAYA: Warga pencinta layangan hias menaikkan layangan raksasa dengan berbagai motif di pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Rabu (24/6) (IVAN/LOMBOK POST)
TIDAK BERBAHAYA: Warga pencinta layangan hias menaikkan layangan raksasa dengan berbagai motif di pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Rabu (24/6) (IVAN/LOMBOK POST)
Layang-layang berukuran besar menghiasi langit Pantai Loang Baloq. Jadi alternatif tontonan baru sambil menikmati sunset di destinasi wisata andalan Kota Mataram ini.

 

Wahidi Akbar Sirinawa, Mataram

 

”Anginnya kencang di sini. Pohon juga sedikit,” kata Dede, warga Lingkungan Karang Medain, kemarin.

Pantai Loang Baloq sudah cukup lama jadi pilihan Dede. Bersama belasan teman-temannya. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Mataram. Bahkan, ada juga dari Gunungsari, Lombok Barat. Yang datang khusus untuk bermain layang-layang di pantai ini.

Angin pantai yang kencang membuat layang-layang mereka bisa bertahan lebih lama di atas. ”Apalagi pas bulan-bulan sekarang ini. Anginnya kencang kan,” tuturnya.

Aktivitas bermain layangan di Pantai Loang Baloq dimulai sekitar dua pekan terakhir. Dede mengatakan, mereka sempat vakum selama dua bulan. Semenjak wabah covid muncul. Yang membuat destinasi wisata, termasuk Pantai Loang Baloq, ditutup Pemkot Mataram.

”Pas datang kemarin, pantainya sudah dibuka. Kita langsung balik main layangan lagi ke sini,” ujar Dede.

Layangan yang dimainkan Dede masuk kategori layang-layang hias. Ukurannya besar. Namanya layangan bebean dan janggan. Layangan Bebean miripnya bentuknya dengan ikan. Sementara Janggan memiliki bentuk khas dengan ekor yang panjangnya bisa lebih dari lima meter.

Ini bukan layangan aduan, kata Dede. Menerbangkannya harus menggunakan benang nilon yang tebal. Beberapa bahkan memakai tali yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian. ”Kalau pakai benang gelasan, gak kuat. Langsung putus layangannya,” kata Dede.

Lebih lanjut, selain faktor angin kencang, dipilihnya Pantai Loang Baloq dikarenakan tempat tersebut merupakan destinasi wisata. Layangan yang mereka terbangkan, menjadi tontonan wisatawan yang datang.

”Asyik aja jadi tontonan. Ada yang muji kalau bentuk layangannya bagus,” tuturnya.

Pemkot Mataram sebenarnya telah mengeluarkan imbauan mengenai larangan bermain layang-layang. Sebab, bisa mencelakakan pengendara motor, akibat benang tersangkut di pohon maupun tiang listrik yang melintang di jalanan.

Namun, ada pengecualian untuk aktivitas permainan layang-layang di Pantai Loang Baloq. Satpol PP yang bertugas melakukan penindakan, tidak mempersoalkannya. ”Gak masalah. Benangnya kan beda. Terus bukan layangan aduan juga. Jadi aman,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati. (*/r3) Editor : Administrator
#Loang Baloq #layangan #Mataram