Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Persilakan Warga Gelar Salat Idul Fitri di Masjid

Administrator • Kamis, 6 Mei 2021 | 23:57 WIB
TERAPKAN PROKES: Pengurus Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre menempelkan aturan bagi warga yang tidak membawa sajadah atau tidak memakai masker agar melaksanakan salat di luar.
TERAPKAN PROKES: Pengurus Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre menempelkan aturan bagi warga yang tidak membawa sajadah atau tidak memakai masker agar melaksanakan salat di luar.
MATARAM-Pemkot Mataram memberikan izin pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Dengan catatan protokol kesehatan (Pprokes) diterapkan secara ketat. “Kalau prokes diterapkan kita bisa saling melindungi,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Selasa (4/5).

Memang kata dia, daerah yang masuk zona merah dan oranye penyebaran Covid-19 tidak diizinkan melaksanakan salat Ied di masjid berjamaah oleh pemerintah pusat. Tapi, konteks pelaksanaannya adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Jadi basisnya di seputar lingkungan. Tidak sampai ada mobilisasi dari luar. “Orang yang salat hanya di sekitar lingkungan saja,” kata dia.

Diutarakan, sejauh ini pemkot sudah menerapkan PPKM skala mikro. Sejak awal puasa pihaknya mengambil kebijakan untuk pelaksanaan salat tarawih di masjid secara berjamaah di lingkungan masing-masing. Sehingga tidak ada mobilisasi dari luar.

“Kalau salatnya di masjid lingkungan masing-masing, tidak akan ada orang dari luar,” kata Aweng, sapaan karibnya.

Dijelaskan, tahun ini pemkot tidak melaksanakan safari Ramadan karena berpotensi ada penularan. Pasalnya, dalam safari Ramadan akan ada mobiliasi dari luar. “Kalau kita adakan safari Ramadan takutnya ada dari lingkungan lain yang datang,” tutur dia.

Sejauh ini, lanjut Aweng, selain masjid, ada juga tempat umum yang sudah direkomendasikan untuk pelaksanaan salat Ied di Kota Mataram. Seperti di Islamic Centre, Mataram Mall, dan Lombok Epicentrum Mall. “Yang salat Ied di sini untuk warga sekitar saja,” ujar dia.

Kepala Kemenag Kota Mataram HM Amin meminta agar tempat salat Ied di kota Mataram diperbanyak. Tidak hanya di masjid, namun juga fasilitas umum bisa dijadikan sebagai tempat salat Ied. “Tempat-tempat salat Ied harus diperbanyak,” terang dia.

Dia juga meminta agar prokes diterapkan secara ketat dalam pelaksanaan salat Ied. Jamaah harus menggunakan masker dan menjaga jarak. “Salat berjarak tetap kita berlakukan,” tukas dia. (jay/r3)

  Editor : Administrator
#Salat Id #lebaran #idul fitri