Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional Mataram Diperketat

Administrator • Senin, 23 Agustus 2021 | 23:11 WIB
UJI CEPAT: Salah seorang pedagang Pasar Mandalika menahan nyeri saat tim medis mengambil sampel darahnya, Senin (11/5/20)  lalu. (Sirtu/Lombok Post)
UJI CEPAT: Salah seorang pedagang Pasar Mandalika menahan nyeri saat tim medis mengambil sampel darahnya, Senin (11/5/20) lalu. (Sirtu/Lombok Post)
MATARAM-Pemkot Mataram meminta penerapan Protokol Kesehatan (prokes) di sejumlah pasar tradisional diperketat. Baik untuk pedagang maupun pengunjung guna menekan penyebaran Covid-19.

“Kami itu setiap hari membagikan sekitar 100 masker kepada pedagang atau pengunjung yang tidak menggunakan masker,” kata Kepala Pasar Kebon Roek Malwi, pekan lalu.

Ia menyadari, masyarakat merasa jenuh selama masa pandemi Covid-19. Jadi, meskipun ada sosialisasi, edukasi, bahkan ada peneguran setiap hari, masih saja ada yang tidak mau menggunakan masker.

“Alasannya tidak bisa nafas. Kami yang keliling edukasi menggunakan pengeras suara diminta pedagang untuk berhenti. Sebab, mereka bosan mendengar pengumuman setiap hari,” urainya.

Tak hanya itu, lanjut dia, pedagang juga beranggapan kondisi sudah aman dari pandemi. Terutama dengan status Kota Mataram yang sudah turun level dari PPKM level 4 menjadi 3.

“Kita pernah memberikan sanksi, tidak memberikan mereka izin masuk kalau tidak pakai masker,” kata dia. “Namun setelah di dalam mereka melepas maskernya.  Jadi kita kayak main kucing-kucingan dengan pedagang,” imbuh Malwi.

Kendati demikian, pihaknya secara rutin memberikan imbauan dan membagi masker kepada pedagang yang jumlahnya sekitar 859 orang. Dengan harapan pedagang nantinya terbiasa menggunakan masker saat melakukan transaksi jual beli.

Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, pihaknya kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional guna memastikan pedagang menggunakan masker. Memang sejauh ini, kata dia, sejumlah pedagang ditemukan tidak menggunakan masker saat berjualan. “Ada maskernya tapi tidak dipakai,” cetusnya.

Dia sudah meminta kepala pasar agar menekan para pedagang saat melakukan aktivitas jual beli tetap menggunakan masker. Begitu juga dengan tempat cuci tangan yang ada di pasar dipastikan bisa dimanfaatkan. Karena dari informasi diterima, tempat cuci tangan yang disiapkan di beberapa pasar tradisional tidak ada airnya.

“Ini menjadi bahan evaluasi kita. Kita sudah minta agar air untuk tempat cuci tangan harus ada,” ujar Nida, sapaan karibnya. (jay/r3) Editor : Administrator
#Mandalika #Protokol Kesehatan #Pasar Tradisional