Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bangun Mall Pelayanan Publik, Pemkot Setuju, Mataram Mall Antusias

Administrator • Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:36 WIB
SEPI: Seorang pengunjung turun dari eskalator Mataram Mall yang tampak sepi, sebelum pemberlakuan PPKM Darurat di Mataram, Juni lalu.
SEPI: Seorang pengunjung turun dari eskalator Mataram Mall yang tampak sepi, sebelum pemberlakuan PPKM Darurat di Mataram, Juni lalu.
MATARAM-Usulan Anggota DPRD Kota Mataran agar membuat satu tempat layanan terpadu disambut baik pemerintah.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana merespons ide itu. Bahkan dia mengungkapkan, telah lama memikirkannya.

“Itu memang satu wacana yang kita angkat (paket HARUM dalam kampanye) agar ada tempat pelayanan publik di satu lokasi,” kata orang nomor satu di Kota Mataram itu, kemarin (5/10).

Bahkan, wacana itu telah spesifik membahas satu lokasi strategis di pusat perbelanjaan. “Salah satunya, usulan pemanfaatan Mataram Mall,” imbuhnya.

Mohan mengapresiasi ketika dewan juga memunculkan wacana itu. Lalu mendorong secara kelembagaan. Karena, dengan adanya dukungan legislatif, dapat mempercepat proses realisasi.

“Ini DPRD juga mengusulkan begitu, jadi kami pikir itu sangat bagus,” ungkapnya.

Namun Mohan tidak mau grasa-grusu. Ia ingin mengetahui terlebih dahulu posisi kontraknya. Sehingga jelas rencana yang diputuskan ke depan terkait pemanfaatan Mataram Mall.

“Kita harus cek dulu kontrak (antara Pemkot) dengan pengelola mal. Baru kita tahu (rencana selanjutnya),” ujarnya.

Sekadar pengingat kembali, lahan seluas 2,5 hektare (ha) tempat berdirinya Mataram Mall merupakan milik Pemkot Mataram. PT Pasific Cilinaya Fantasi ditunjuk untuk mengelola kawasan itu untuk selanjutnya membayar royalti sebesar Rp 300 juta per tahun.

Penetapan dilakukan pada tahun 2016 lalu yang dalam perjanjian akan dilakukan evaluasi adendum per tiga tahun sekali.

“Selain itu, tentu (wacana) ini harus dibicarakan pula dengan pihak Mataram Mall. Jangan sampai mereka tidak tahu rencana ini,” tekannya.

Pembicaraan yang terarah memungkinkan masing-masing pihak, baik Pemkot dan pengelola melakukan persiapan untuk memulai pemanfaatan kawasan.

“Kami juga harus memikirkan konsep (detailnya). Bagaimana memanfaatkan Mataram Mall? Tidak mungkin hanya (satu OPD) pelayanan satu pintu. Itu terlalu besar. Jadi harus ada kajian (OPD) mana saja yang dapat ditempatkan pada satu tempat itu),” ulasnya.

Prinsipnya, Mohan berharap dapat membangun layanan seperti di kota-kota besar. Di mana ada satu tempat yang dikonsep sebagai mal pelayanan untuk memudahkan masyakat mendapatkan pelayanan publik secara cepat, mudah, efektif, dan efisien dari sisi waktu.

“Di kota-kota besar ada yang telah melakukan itu dan sukses (memberikan pelayanan publik lebih baik), kami juga menginginkan seperti itu,” tegasnya.

Di sisi lain, langkah menjadikan Mataram Mall sebagai pusat pelayanan publik dapat menghidupkan lagi kawasan itu. Sejak Pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan yang pernah sangat bersinar itu, kini perlahan mulai meredup.

Tenant atau penyewa lapak telah berkurang. Namun, wacana mendampingkan pelayanan publik dengan pusat perbelanjaan diprediksi dapat membuat kawasan itu kembali ramai.

“Opsi pemanfaatan ini untuk mendorong peningkatan kawasan bisnis itu, mengingat tidak seproduktif dulu,” ujarnya.

Terpisah, General Manajer (GM) Mataram Mall Teddy Saputra menyambut baik wacana ini. “Saya berharap demikian, guna menunjang perkembangan kegiatan masyarakat. Dan semoga terealisasi,” harapnya.

Diungkapkan Teddy, ide ini memang pernah didengar langsung dari pihak pemerintah. Menjadikan kawasan itu sebagai tempat pelayanan publik terpadu.

“Sempat beberapa bulan lalu ada kunjungan dari Pemkot (dan wacana itu terungkap),” terangnya.

Setelahnya, belum ada pembicaraan ke tahap yang lebih serius lagi.

Tetapi yang jelas pihak pengelola mengapresiasi terobosan yang akan diperkirakan memberi dampak besar bagi hidupnya kembali perekonomian di pusat perbelanjaan itu. (zad/r3) Editor : Administrator
#mataram mall #Pelayanan #Mohan Roliskana