Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri mengatakan, sesuai dengan kontrak, pembangunan harus selesai sampai akhir bulan ini.
Saat ini kata dia, pengerjaan tinggal finishing interior seperti pengecatan dan pemasangan keramik. “Sekarang yang dikerjakan yang kecil-kecil. Akhir November ini meubler sudah masuk,” tutur mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram ini.
Menurutnya, pengerjaan rusunawa tidak akan terkendala meski saat ini masuk musim hujan. Pasalnya, untuk proses pengerjaan atap sudah rampung.
Strategi pengerjaan rusunawa yanv dilakukan kontraktor dinilai cukup bagus. Memasuki musim hujan tidak ada pengerjaan dilakukan di luar. Tinggal pengerjaan di dalam ruangan dan finishing. “Progres pengerjaan rusunawa cukup bagus,” puji Nazaruddin.
Dia menambahkan, sebelum rusunawa ditempati harus ada meubler. Pengadaan meubler langsung dilakukan pemerintah pusat. Begitu juga dengan listrik masing-masing kamar ada token-nya sendiri. “Kayak kos-kosan mahasiswa sekarang,” tukasnya.
Sementara itu, Wali Kota Mataram H Mohan Roiliskana meminta agar proyek dari dana alokasi khusus (DAK) tuntas tempat waktu. Jangan sampai molor. Sebab, daerah tidak akan sanggup melanjutkan pembangunan jika menggunakan APBD.
“Kita juga tidak pernah bicarakan untuk melanjutkan jika ada proyek DAK yang tidak rampung tepat waktu,” kata Mohan.
Dia ingin semua proyek yang bersumber dari DAK bisa rampung tepat waktu. Sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, kekurangan pengerjaan pada proyek DAK harus dikejar. Jangan sampai kontrak berakhir bangunan belum rampung. “Kami ingin ada akselerasi pada proyek DAK,” pungkasnya. (jay/r3)
Editor : Administrator