Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lurah Karang Pule Ajak Warga Stop Buang Sampah di Saluran

Administrator • Jumat, 3 Desember 2021 | 05:05 WIB
Arizkiwan Mardjun
Arizkiwan Mardjun
MATARAM-Antisipasi banjir saar hujan mengguyur terus dilakukan Lurah Karang Pule Arizkiwan Mardjun. Caranya dengan melakukan koordinasi secara intensif dengan kepala lingkungan mengimbau warga tak membuang sampah di selokan atau saluran.

“Alhamdulillah wilayah kami di Karang Pule genangan bisa ditangani. Koordinasi dengan Kaling kami perkuat ketika ada genangan agar segera diatensi. Karena pak Wakil Wali Kota juga memonitor,” terangnya kepada Lombok Post, kemarin (1/12).

Maklum, wilayah Kelurahan Karang Pule menjadi tempat kediaman Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman. Sehingga segala persoalan mengenai sampah dan genangan mendapat perhatian serius pemerintah kota.

Misalnya ketika sampah menumpuk di saluran drainase pinggir jalan beberapa waktu lalu. Dinas PUPR Kota Mataram langsung turun tangan menerjunkan alat berat.

Pemerintah Kelurahan Karang Pule juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Perkim membersihkan selokan dan gencar melakukan normalisasi. “Gotong royong bersama masyarakat membersihkan lokasi yang rentan menjadi genangan juga terus kami lakukan. Cuma ketika air laut pasang dan curah hujan tinggi, genangan sulit dihindari,” bebernya.

Namun dalam waktu 15 menit selesai hujan, genangan sudah terurai. Tidak ada banjir seperti yang sebelumnya banyak terjadi. “Sudah bisa ditangani dengan kolaborasi yang baik bersama Dinas dan pak camat. Pak Camat Sekarbela juga sering turun langsung memantau genangan,” kata Lurah

Sementara Kepala Lingkungan Pande Mas H Saofi mengaku selama musim hujan gencar mengimbau masyarakat tak membuang sampah ke saluran. Karena ini tentu berpotensi menimbulkan banjir.

“Cuma solusinya transportasi pengangkutan sampah dan TPS yang kami tidak punya lahan. Kadang kami berpindah-pindah transit sampah dari roda tiga ke truk sampah,” akunya.

Akibatnya banyak sampah yang tidak bisa terangkut secara keseluruhan. Terlebih dengan kondisi pemukiman warga di Lingkungan Pande Mas yang cukup padat mencapai 700 Kepala Keluarga (KK).

“Tapi kalau di Jalan Sultan Kaharudin karena memang datarannya rendah. Ditambah meluap airnya juga dari Gubuk Mamben,” ucapnya.

Kepala lingkungan bersama pemerintah kelurahan sudah langsung turun ke lokasi membersihkan sampah. Namun kadang sampah terus kembali datang karena diproduksi setiap hari oleh masyarakat.

“Makanya mudahan pemerintah kota membantu penambahan armada roda tiga maupun truk. Kalau di lingkungan kami sekarang ada satu. Tetapi kalau disesuaikan dengan kebutuhan ya seharusnya kami harapkan bisa dua kendaraan roda tiganya,” harapnya. (ton/r3)

  Editor : Administrator
#Kota Mataram #buang sampah #Karang Pule