"Karena usaha kami kan selama ini seperti ini (pemindangan ikan tongkol). Apakah di Rusunawa nanti kami dibolehkan menjalankan usaha kami itu yang kami pikirkan," ujar Suharni, salah satu warga kepada Lombok Post.
Mereka mengaku sudah melihat Rusunawa Bintaro, tempatnya bersih dengan fasilitas yang cukup mewah. Jika mereka masuk ke Rusunawa tersebut, tak bisa dihintari kondisi Rusunawa tak akan sama seperti saat ini. Karena mereka akan memasukkan ikan hingga cold storage.
"Kami harapkan nanti di Rusunawa ada fasilitas yang mendukung usaha kami. Karena kami tidak punya usaha lain. Sudah puluhan tahun seperti ini," harapnya.
Warga meminta di area halaman Rusunawa, mereka diizinkan membuat lokasi pemindangan ikan. Agar tidak jauh dari tempat tinggalnya. "Kalau misal kami tinggal di lantai dua terus lokasi pemindangan ikannya jauh, susah juga nanti," cetusnya.
Plt Lurah Bintaro Lalu Suryaningrat mengatakan, informasi dari dinas terkait, warga akan dibuatkan lokasi pasar ikan dekat Rusunawa. Lengkap dengan fasilitas yang bisa menunjang aktivitas warga untuk menjalankan kesehariannya sebagai para nelayan.
“Informasi tentang rencana pembangunan pasar ikan itu sudah kami dapatkan. Cuma kapan pelaksanaannya kami belum tahu. Mungkin bertahap,” kata dia.
Ia juga sebagai Plt Lurah mengaku tetap mendukung usaha masyarakat nelayan. Selama tidak mengganggu warga yang lain. Dibangunnya Rusunawa hingga rencana pembangunan pasar ikan ini juga salah satu upaya membantu masyarakat di Bintaro.
“Tinggal masalah waktu semua kebutuhan dan aspirasi masyarakat juga pasti dipikirkan dinas terkait. Saya juga berharap nanti lurah definitif yang bisa memahami masyarakat pesisir bisa segera terisi,” harapnya.
Sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa diakomodir dan tersambung dengan program Pemerintah Kota Mataram. (ton/r3)
Editor : Administrator