“Sesuai assessment Kemenkes, hasilnya sangat bagus. Kota Mataram kini berada di level 1,” terang juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa kepada Lombok Post, kemarin (13/3).
Namun untuk kepastian status level PPKM, Suwandiasa mengatakan itu sedang dibahas oleh Menteri Perekenomian Airlangga Hartarto sebagai koordinator PPKM luar Jawa dan Bali bersama bupati wali kota. Karena hasil assessment Kementerian Kesehatan nantinya juga akan ditindaklanjut dalam bentuk Inmendagri.
“Tapi kalau melihat berdasarkan assesmen Kementerian Kesehatan kita sangat yakin akan kembali ke PPKM Level 1 juga. Apalagi kasus harian sudah nol kasus. Tidak ada kasus positif lagi,” syukurnya.
Dengan kondisi Kota Mataram saat ini, ia berharap tamu dari kalangan penonton MotoGP yang menginap di Kota Mataram bisa lebih tenang. Karena bisa terhindar dari penularan Covid-19.
“Apalagi Satgas penanganan Covid-19 pusat telah mencabut persyaratan swab dan PCR. Tidak ada pembatasan dan karantina dengan catatan semua tetap jalankan prokes. Ini akan tetap menjadi pedoman kita selama status pandemi belum dicabut,” ujar Suwandiasa.
Direktur RSUD Kota Mataram dr. Hj Eka Nurhayati juga mengatakan kondisi kasus Covid-19 saat ini memang sudah landai. Bahkan Bed Occupation Rate (BOR) berada di bawah 10 persen. Ini artinya, ketersediaan kamar sangat mencukupi jika dibutuhkan untuk penanganan Covid-19.
“Kami sudah siap jika dibutuhkan setiap saat. Karena kami juga koordinasi dengan RSUD Provinsi NTB untuk menyukseskan event MotoGP ini. Khususnya untuk menangani kesehatan para penonton,” jelas Dokter Eka, sapaannya. (ton/r3) Editor : Administrator