Sebelumnya lanjut dia, untuk minyak goreng premium didapatkan dengan harga Rp 260 ribu per dus. Namun kini per dus harganya Rp 400 ribu.
Tak hanya minyak goreng, namun juga tepung terigu yang dulunya per sak dengan isi 25 kilogram didapat dengan harga Rp 190 ribu kini naik menjadi Rp 235 ribu. “Kalau harga bahan-bahan ini naik, otomatis margarin juga naik,” tuturnya.
Diutarakan, kenaikan bahan-bahan pembuatan kue tiap tahunnya terjadi. Bahkan dia menilai kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok belum selesai. Apalagi dia harus memakai minyak goreng (migor) premium untuk mempertahankan kualitas rasa kue yang diproduksinya. “Harga minyak goreng sekarang melambung tinggi,” tutur Hadi.
Dia berharap harga minyak goreng premium turun. Bisa normal seperti sebelum ada kebijakan subsidi migor premium. “Kalau dulu harga minyak goreng premium sebelum ada subsidi dari pemerintah bisa kita dapatkan Rp 15 ribu per liter,” pungkasnya.
Aulia, pelaku UMKM lainnya mengeluhkan harga telur. Pasalnya, pembuatan kue pay dan bolu yang diproduksi keluarganya tidak lepas dari bahan telur.
Kini kata dia, harga telur melambung tinggi. Per terai mencapai Rp 55 ribu lebih. “Kemarin telur per terai bisa kita dapatkan Rp 38 ribu,” ujarnya. Namun kini, harga telur rata-rata per terai diatas Rp 50 ribu.
Kabid Pengendalian Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengklaim, harga minyak goreng kemasan premium mulai turun. Sebelumnya, di pasar rata-rata harga minyak goreng kemasan premium tembus Rp 27 ribu per liter, namum kini turun menjadi Rp 22 dan 23 ribu. “Saya rasa harga minyak goreng premium akan berangsur normal,” terang Nida, sapaan karibnya.
Sedangkan harga minyak goreng curah di distributor per liter Rp 14 ribu. Namun di pasar tradisional harga minyak curah tembus Rp 20 ribu per liter. “Kami akan usahakan tetap melakukan operasi pasar untuk menekan harga minyak goreng curah dan kemasan premium,” terangnya.
Tak hanya minyak goreng, namun juga telur harganya melambung tinggi. Per terai mencapai Rp 55 ribu dari harga normal Rp 38 sampai 40 ribu. Menurut Nida, kenaikan harga telur dipicu karena harga pakan naik.
"Dari pantauan kami kenaikan telur karena pakan harganya naik,” pungkasnya. (jay/r3)
Editor : Administrator