Ia juga menanggapi soal penolakan dirinya untuk memberikan kuliah umum di Unram. Rocky merasa heran, kampus yang harusnya menjadi tempat untuk kebebasan berpikir dan beradu pikiran justru dihalangi karena adanya rasa takut terhadap pikiran seseorang.
"Jadi saya hanya menyiapkan jalan pikiran. Intinya adalah kampus memang tempat bertengkar pikiran," ucapnya kepada wartawan.
Di era kemerdekaan, seharusnya pihak universitas bisa menerima pikiran kritis. Tidak kemudian menolak pikiran yang berbeda. Untuk itu ia meminta mahasiswa tetap menjaga suhu berpikirnya. "Karena sebenarnya pikiran disebut pikiran jika dia dipertengkarkan," kata dia.
Diketahui, seminar ini awalnya direncanakan dilaksanakan di Unram. Namun setelah mendapat penolakan pihak kampus, maka pelaksanaannya dialihkan di Hotel Lombok Garden. Seminar ini mengangkat tema tentang “24 Tahun Reformasi Titik Nol Penegakan Hukum dan Keadilan.”
Usai seminar, Rocky juga menyinggung kondisi negara saat ini yang menurutnya sangat lucu. Salah satunya terkait salah tangkap soal hacker yang diduga Bjorka.
Bjorka disebutnya makhluk digital nggak bisa ditangkap. Ketika dia ditangkap berarti Bjorka telah bermetamorfosa. "Memalukan karena negara bisa diotak-atik oleh makhluk digital," sindirnya tertawa. (ton/r3) Editor : Administrator