Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Anemia, Remaja Putri Diberi Tablet Tambah Darah

Baiq Farida • Senin, 31 Oktober 2022 | 16:14 WIB
TANDA TANGAN: Direktur Utama PT Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo (dua dari kiri) disaksikan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) dan para mitra, menandatangani perjanjian kerja sama di Pendopo Gubernur, kemarin (28/2).
TANDA TANGAN: Direktur Utama PT Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo (dua dari kiri) disaksikan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) dan para mitra, menandatangani perjanjian kerja sama di Pendopo Gubernur, kemarin (28/2).
MATARAM--Sejumlah sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA di Kota Mataram berpartisipasi dalam aksi bergizi untuk pencegahan anemia bagi Remaja Putri dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Aksi Bergizi Nasional ini guna memperingati Hari Kesehatan Nasional dan Sumpah Pemuda se Indonesia.

Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan ini untuk menekan kasus stunting. Utamanya intervensi di hulu, pencegahan, dan edukasi pada remaja putri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, sebanyak 19 sekolah dipilih sebagai perwakilan sekolah-sekolah yang ada di Kota Mataram dalam Aksi Bergizi Nasional secara serentak ini. Kegiatan ini melibatkan 100 orang remaja putri setiap sekolah dengan jumlah total 1.900 siswi sebagai sasaran pada aksi tersebut.

“Kegiatannya dimulai dengan olahraga senam pagi, dilanjutkan dengan sarapan bersama dengan menu sarapan sehat bergizi,  dan aksi minum TTD secara serentak,” katanya, Jumat (28/10).

“Bahkan petugas kesehatan juga memberikan edukasi/penyuluhan dan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” sambungnya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta pengukuran lingkar lengan atas. Kemudian pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah untuk diagnosis anemia pada Remaja Putri tersebut.

Menurut dr. Usman, kondisi anemia ini berpotensi menimbulkan terjadinya stunting pada kelahiran bayi saat remaja putri ini menikah nantinya. Ketika calon ibu anemia, otomatis perkembangan janin menjadi tidak optimal. Suplai darah yang mengandung makanan dari seorang Ibu melalui plasenta berkurang karena fungsi Hb untuk mengikat oksigen dan makanan inipun juga rendah.

“Anak-anak yang lahir dengan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) itu cenderung terjadinya gizi buruk tinggi atau bahkan juga stunting. Gizi buruk, gizi kurang, BBLR itu potensi timbulnya stunting tinggi,” jelasnya.

“Karena itu, pada 1.000 HPK (hari pertama kehidupan) inilah saat yang tepat untuk pencegahan stunting (kerdil),” tambahnya.

Merujuk Data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) Direktorat jenderal  Kemenkes RI tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 persen. Artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Dimana faktor kebiasaan asupan gizi  yang tidak optimal dan kurangya aktivitas fisik turut berpengaruh.

“Di Kota Mataram, angka anemia anak remaja putri di sekolah itu memang tinggi juga sekitar 30-an persen,” katanya.

Hal inilah pula yang melatarbelakangi aksi bergizi ini dilakukan serempak di sekolah sasaran. Tujuannya meningkatkan konsumsi TTD secara rutin dan konsumsi makanan  gizi seimbang. “Kami berterima kasih atas dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Mataram yang sudah mendukung kegiatan aksi bergizi setiap seminggu sekali di semua sekolah SMP se Kota Mataram,” ucapnya.

Dia menekankan pentingnya sarapan sehat sebelum berangkat Sekolah atau aktivitas lainnya. Dikarenakan tubuh membutuhkan sumber energi dari asupan karbohidrat, protein dan lainnya untuk menunjang aktivitas keseharian. “Kalau memang ada potensi anemia sebaiknya minum TTD, mencegah itu jauh lebih baik,” ujarnya. (zis/adv) Editor : Baiq Farida
#Aksi Bergizi Nasional #Dikes Kota Mataram #Anemia