“Biasanya naik (jumlah penumpang) 10 hari sebelum lebaran,” kata Heri, staf pendataan Terminal Mandalika.
Persiapan menyambut arus mudik masih belum dilakukan pengelola terminal. “Kalau sudah pertengahan kami sudah siapkan pos-pos untuk berjaga. Staf juga akan full masuk kantor tidak seperti jadwal biasanya” jelasnya.
Terminal Mandalika memiliki sistem keamanan yang baik. Setiap sebelum keberangkatan akan ada ramp cek. Hal tersebut dilakukan untuk mengecek kelayakan jalan bus. Mulai dari mesin bus hingga surat -surat kendaraan.
“Pemeriksaan akan lebih ditingkatkan dan diketatkan lagi saat arus mudik nanti,” jelasnya.
Yusuf, karyawan PO Bus Rasa Sayang di Terminal Mandalika juga mengatakan belum ada pemesanan seat (kursi) untuk penumpang arus mudik nanti. Jumlah penumpang masih terbilang sangat normal seperti biasa.
Meski, PPKM sudah dicabut oleh pemerintah, dia belum bisa memastikan akan ada lonjakan penumpang saat arus mudik Lebaran nanti. “Total penumpang mungkin kita tidak tahu pasti. Tapi dari satu bus rute Bima-Mataram bisa lima atau enam orang,” kata pria yang sekarang menetap di Labuapi, Lombok Barat ini.
Untuk tarif, sementara masih normal seperti hari biasanya. Kenaikan sempat terjadi setelah kenaikan BBM. Tarif bus yang awalnya Rp 250 ribu menjadi Rp 300 ribu.
Namun kata dia, kenaikan tarif biasanya akan terjadi saat arus mudik. “Itu otomatis terjadi karena adanya tusla untuk menutupi biaya yang kosong dari penumpang bis yang lain,” terangnya ramah.(cr-chi/r5/r8)
Editor : Baiq Farida