“Saya sudah diinformasikan oleh Pak Lurah (Rembiga) kalau penyelenggaranya sudah datang ke kantor lurah meminta rekomendasi untuk mengurus surat izin keramaian dan izin lokasi,” jelas Camat Selaparang Zulkarwin kepada Lombok Post, kemarin (27/4).
Secaram umum, pemerintah kecamatan maupun warga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan event MXGP. Dengan catatan, Pemprov NTB selaku pelaksana bisa melibatkan warga setempat. Baik dalam acara perhelatan MXGP sebagai bagian dari penyelenggaran maupun melibatkan para pelaku UMKM.
Pemerintah kelurahan Rembiga rencananya hari ini akan membahas pelaksanaan MXGP di eks Bandara Selaparang bersama kepala lingkungan. Tujuannya untuk menyerap aspirasi warga kemudian disampaikan kepada panitia penyelenggaranya. Sejauh ini, Pemprov NTB diketahui belum berbicara banyak dengan Pemkot Mataram terkait pelaksanaan MXGP di eks Bandara Selaparang.
“Mungkin karena ini acaranya Pemerintah Provinsi NTB dan PT Angkasa Pura, kami sifatnya menunggu saja,” jelas Zulkarwin.
Pemerintah kecamatan hanya meminta agar gelaran event ini melibatkan para pelaku UMKM yang ada di Kota Mataram khususnya Kecamatan Selaparang. Agar perekonomian masyarakat bisa terangkat.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dr. HL Herman Mahaputra menyampaikan jika eks Bandara Selaparang dipilih menjadi lokasi MXGP karena memiliki luasan yang mendukung untuk event internasional ini. Sirkuit Tohpati Cakranegara memang sempat menjadi alternatif pilihan utama. Namun luasan lokasi sirkuit tersebut dinilai kurang mendukung. Di Sirkuit Tohpati, lahan yang tersedia hanya sekitar 6 hektare. Sementara di lokasi eks Bandara Selaparang luas areanya mencapai 58 hektare.
Sehingga pihak dari Infront akhirnya memilih lokasi eks Bandara Selaparang. Rencananya, pembangunan sirkuit mulai dilaksanakan pekan kedua Bulan Mei. ”Rencana dimulai 8 Mei dan ditargetkan selesai satu bulan atau di awal Juni,” kata Dokter Jack, sapaan Ketua IMI NTB yang juga dipercaya sebagai Komandan Lapangan MXGP.
Secara umum sirkuit di eks Bandara Selaparang akan memiliki panjang mencapai 1,5 kilometer. Sirkuit juga akan dibangun pada sisi kiri dan kanan landasan pacu eks Bandara Selaparang. Dengan titik lokasi pembangunan berada di bagian tengah dari landasan pacu. ”Mulanya mau dibangun di ujung landasan, tapi di sana banyak rumah penduduk. Jadi kami geser ke bagian tengah,” terang Dokter Jack. (ton/r3) Editor : Administrator