“Kami sudah bekerja sama dengan Bapas Mataram sejak tahun 2021, kami memberikan pelatihan, nanti Bapas memberikan alat,” jelas Ninik Rahayu, Kepala Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri (BLKDLN) Provinsi NTB, Rabu (17/5).
Model pelatihan yang diberikan nanti adalah pembelajaran berbasis kompetensi. Tim instruktur dari BLKDLN NTB akan datang ke Bapas Mataram selama 18 hari memberikan meteri dan praktek setiap hari. Pelatihan yang diberikan terkait perbengkelan atau mekanik kendaraan motor jenis matic. “Pelatihan diberikan gratis dari instruktur Mobile Training Unit (MTU),” jelas Ninik, sapaanya.
Sebelumnya, ia juga menyampaikan jika kerja sama yang dilakukan tidak hanya perbengkelan. Pihak dari BLKDLN Provinsi NTB juga memberikan pelatihan menjadi barista, pelatihan las dan menjahit. Sehingga klien Bapas Mataram yang sudah kembali ke masyarakat nanti punya keterampilan yang bisa menjadi modal bagi mereka untuk mencari nafkah.
Kepala Bapas Kelas II Mataram Muctharuddin menyampaikan jika ada 16 klien yang mengikuti pelatihan ini. Diutamakan bagi mereka yang memang belum memiliki pekerjaan. “Harapan dari kami selaku pembina di Bapas Mataram, setelah mereka keluar dari Lapas Mataram, mereka bisa menghadapi kegoncangan dalam melanjutkan kehidupannya,” ucapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para klien memiliki keterampilan yang bisa memberi mereka kesempatan untuk membuka lapangan kerja atau modal melamar bekerja di sejumlah bengkel yang ada di Kota Mataram. “Sehingga mereka bisa mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya. Dengan demikian mereka bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak mengulangi perbuatannya (kriminal) lagi.
Muchtar bersyukur antusias para klien cukup tinggi. Terlebih mereka yang masih berusia produktif hingga yang berusia cukup tua. “Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi NTB. Alhamudulillah mereka siap membantu apapun kebutuhan Bapas Mataram untuk mengembalikan rehabilitasi sosial klien kami yang akan kembali ke masyarakat ini,” tandasnya. (ton)
Editor : Administrator