Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Timur Gandeng TNI AD Tangani Stunting

Redaksi Lombok Post • Senin, 11 September 2023 | 08:00 WIB

ATASI STUNTING: Sejumlah anak balita beserta ibunya mengikuti kegiatan posyandu yang dilaksanakan di setiap desa di Loteng, beberapa waktu lalu.
ATASI STUNTING: Sejumlah anak balita beserta ibunya mengikuti kegiatan posyandu yang dilaksanakan di setiap desa di Loteng, beberapa waktu lalu.
LombokPost--Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) menggandeng TNI, untuk mengatasi persoalan stunting. ”Harus dikeroyok bersama. Seperti covid. Pasti kasusnya akan cepat selesai,” kata Kepala DP3AKB Lotim H Ahmat.

Saat menghadapi kasus covid, semua instansi pemerintah, termasuk TNI-Polri terlibat aktif. Langkah serupa juga dilakukan bersama masyarakat. Sehingga pandemi covid pun berakhir.

Kondisi serupa diharapkan Ahmat bisa dilakukan pada penanganan stunting. Katanya, DP3AKB telah menjalin kerja sama dengan jajaran TNI AD. Keterlibatan TNI menjadi satu hal positif. Apalagi personelnya sudah ada hingga ke desa-desa. Sehingga bisa memudahkan untuk percepatan penurunan stunting.

”Nanti bisa lebih mudah untuk bergerak. Saya yakin akan cepat selesai masalah stunting ini,” ujarnya.

Diharapkan fasilitas kesehatan yang telah disiapkan TNI AD bisa melayani dan mengedukasi masyarakat. Sehingga pengetahuan tentang pemberian gizi dan hal-hal dasar untuk mencegah stunting, bisa diketahui langsung oleh masyarakat.

Disebutkan, jumlah sasaran khususnya keluarga yang berisiko stunting sebanyak 86 ribu. Tersebar di semua desa dan kelurahan di Lotim. Untuk itu keberadaan Babinsa di masing-masing desa bisa lebih aktif membantu melakukan monitoring dan melakukan pendampingan untuk percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan data E-PPGM jumlah kasus stunting di Lotim saat ini sebanyak 16,89 persen atau sekitar 20 ribu jiwa lebih. Ahmat optimis pada tahun 2024 mendatang kasus stunting di Lotim bisa mencapai target nasional 14 persen. Hal itu diyakini dengan melihat perkembangan stunting di Lotim terus membaik.

”Dari 20 ribu sasaran itu, usianya sekarang sudah berusia 4 tahun lebih. Jika sudah berusia 5 tahun maka tidak lagi terdata, kita akan keluarkan dari database stunting,” tandasnya. (cr-par/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Gizi Buruk #Lombok Timur #Stunting #TNI