Ketua APKLI NTB Abdul Majid mengatakan, pihaknya sebenarnya dipinjamkan lahan seluas satu hektare. Namun hanya diambil 50 are lantaran berbagai pertimbangan. Di antaranya, kemampuan untuk meratakan lahan dan penataan tenda PKL. ”Alhamdulillah, kita juga dibantu Pemda Lombok Tengah, ujarnya.
Majid sendiri sudah meninjau lokasi tersebut bersama Kepala Dinas Perdagangan NTB. Lokasinya berada di sekitar patung Presiden RI, Joko Widodo. Nantinya, para PKL hanya dibolehkan berjualan di bagian depan patung tersebut. ”Kita sedang mempersiapkan lahan itu,” sambungnya.
Lahan tersebut diperkirakan bisa menampung sekitar 40 hingga 80 PKL nantinya. Hal ini juga lantaran pihaknya hanya memiliki 80 tenda. Mengenai penentuan PKL yang berjualan, kata Majid hanya untuk PKL lingkar Sirkuit Mandalika. ”Kalau PKL di luar lingkar Mandalika tidak bisa masuk,” katanya.
Dibeberkannya, para PKL di lokasi tersebut nantinya tidak menjual sembarang produk. Sebab itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak Universitas Mataram (Unram) untuk pelatihan. Mulai dari kebersihan lapak hingga higienitas penyajian produk yang dijual. ”Misalkan jual nasi, harus pakai sarung tangan plastik, dan lainya agar makanan tetap steril,” jelasnya.
Hal ini dilakukan lantaran penonton event tahunan internasional itu bukan hanya wisatawan lokal. Namun juga dari berbagai negara di dunia. Sehingga dipandang penting untuk memperhatikan kualitas pelayanan hingga produk yang dijual nantinya. ”Dalam hal ini kita bergandengan dengan Dinas Perdagangan NTB, tandasnya.
Kepala Dinas Perdagangan NTB Bai Nelly Yuniarti mengatakan, PKL belum banyak mendapatkan manfaat selama event nasional maupun internasional yang berlangsung di Sirkuit Mandalika. ”Kita akan tata lahan untuk mereka, khusus PKL nanti di depan patung Pak Jokowi,” ujarnya.
Pihaknya berkoordinasi dengan APKLI NTB dalam menata PKL yang akan ditempatkan di lahan yang disediakan. Berdasarkan data Disdag NTB, saat ini ada 20 PKL yang berdagang di kawasan tersebut. ”Ke depannya kita menargetkan lebih banyak lagi PKL yang bisa difasilitasi nantinya,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post