Pertandingan babak pertama berlangsung ketat. Meskipun NTT menguasai jalannya pertandingan, namun anak-anak NTB juga mendapatkan sejumlah peluang. NTT unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Fatirrahman.
Tekanan NTT semakin meningkat di akhir babak kedua. Dari tekanan tersebut, NTT mendapatkan hadiah penalti. Eksekusi yang dilakukan Caludio Paulo Sebo memperlebar keunggulan NTT menjadi 0-2. Skor ini bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, anak-anak NTB mengubah pola permainan. Strategi ini cukup efektif dan bisa mematahkan serangan-serangan yang dilancarkan NTT. Namun keberuntungan masih berpihak pada NTT, pemain bernomor punggung 7, Alberto Pinkianus Do Rosario Soares menambah satu gol di pertengahan babak kedua.
”Tim sudah bermain maksimal. Meskipun ada beberapa catatan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Wakil Ketua Asprov PSSI NTB Suhaimi.
Pada pertandingan lain Grup D, Bali ditahan imbang Sulawesi Selatan tanpa gol. Dengan hasil pertandingan tersebut, peluang NTB lolos dari fase grup masih terbuka. Jika berhasil memetic poin penuh dari dua pertandingan tersisa melawan Bali dan Sulawesi Selatan.
Pada Pra-PON Aceh-Sumatera Utara 2024, NTB membawa 23 pemain. Mereka berasal dari sembilan kabupaten/kota. Yakni lima pemain asal Mataram, satu pemain asal Lombok Barat, dua pemain asal Lombok Utara, dua pemain asal Lombok Timur.
Kemudian dua pemain asal KSB, satu pemain asal Sumbawa, tiga pemain asal Dompu, lima pemain asal Bima, dan dua pemain asal Kota Bima. Seluruh pemain yang diboyong ke Bali merupakan hasil seleksi yang sudah dilakukan Asprov PSSI NTB melalui beberapa tahapan. (puj/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post