Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rudy Herlambang, Lurah Bintaro yang Bertekad Bangun Tempat Kelahiran

Hamdani Wathoni • Senin, 30 Oktober 2023 | 09:35 WIB

Lurah Bintaro Rudy Herlambang
Lurah Bintaro Rudy Herlambang


LombokPost-Masyarakat Kelurahan Bintaro menyambut suka cita kedatangan lurah baru yakni Rudy Herlambang. Dia adalah sosok muda dan energik yang merupakan pria kelahiran Bintaro.

Terhitung mulai 19 Oktober 2023 lalu, Rudy menjabat sebagai Lurah Bintaro. Sejumlah konsep pembangunan pun telah disiapkan untuk membangun tempat kelahirannya.


“Alhamdulillah saya mendapat amanah pimpinan (wali kota dan wakil wali kota) kembali ke Bintaro sebagai lurah,” ucapnya penuh terima kasih diterima Lombok Post.


Rudy, sapannya memang warga asli kelahiran Lingkungan Telaga Mas Bintaro. Namun saat itu, Bintaro belum menjadi kelurahan karena menjadi bagian dari Ampenan Utara. Selain menjadi tempat lahirnya, Rudy sudah tidak asing lagi dengan kelurahan ini.

Maklum, ia berangkat dari nol menjadi staf kehormatan di Kelurahan Bintaro sejak tahun 2007. Semenjak awal pemekaran kelurahan ini. Seluk beluk Bintaro, persoalan, serta potensi wilayah ini sudah ia hafal. Maklum ia sudah bertahun-tahun menjadi kehormatan di sini.

Pada tahun 2013, ia mendaftar menjadi CPNS dan lulus. Pada tahun 2014 ia kemudian dipindahkan ke Kantor KPU sebagai tenaga Sekretariat.

“Saat itu saya diminta untuk membantu KPU Kota Mataram menyiapkan inovasi yang meningkatkan partisipasi pemilih,” kenang pria yang juga menjadi Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Kota Mataram tersebut.

Setelah setahun di Kantor KPU Kota Mataram, ia kemudian ditarik kembali ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang saat ini berubah menjadi Badang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Rudy mengaku dirinya mendapat banyak pengalaman berharga di BKPSDM. Bagaimana mengelola pegawai yang dinilainya sangat kompleks. Terutama memaksimalkan potensi pegawai.

“Pengalaman saya di BKPSDM inilah yang ingin saya maksimalkan nanti di Kelurahan Bintaro,” paparnya.

Kemudian pada tahun 2018 lalu, ia juga sempat ditugaskan Pemkot Mataram untuk membantu awal terbentuknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sebelumnya merupakan badan ad hoc berupa Panwaslu (Panitia pengawas pemilu). Setelah Bawaslu terbentuk, sekali lagi ia kembali ditarik di BKPSDM sebelum akhirnya 19 Oktober 2023 lalu dilantik oleh pasangan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan wakilnya TGH Mujiburrahman menjadi lurah.

“Terus terang saya tidak menyangka akan kembali lagi ke Bintaro sebagai lurah,” akunya.
Ia teringat ucapan salah satu tokoh masyarakat yang sudah wafat di Bintaro. Ketika dia pindah dari Kelurahan Bintaro, salah satu tokoh masyarakat menyampaikan kepadanya kelak ia pasti akan kembali ke Kelurahan Bintaro.

“Katanya dulu ke saya, kamu pergi dengan peluru kosong, kelak kamu akan kembali dengan peluru terisi,” kenang pria murah senyum ini.

Kini, dengan amanah yang ia emban baru sekitar dua pekan, ia akan mulai terbenam dengan melakukan pembenahan di internal kelurahan. Kemudian ia akan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Bintaro.

“Saya selalu mengatakan kepada masyarakat jika saya tidak bisa membangun kelurahan tanpa bantuan dan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Saya akan bekerja secara profesional membangun kampung halaman saya sendiri,” sambungnya.

Potensi Bintaro dikatakannya sangat besar. Sebagai daerah penghasil ikan tangkapan nelayan, ia tidak ingin Bintaro hanya sebagai produsen. Ke depan, ia ingin wilayah ini juga sebagai pengolah. Paling tidak bisa seperti Loang Baloq dan Tanjung Bias.

“Jangan sampai ikan semua keluar ke Nipah. Kami ingin memaksimalkan potensi Bintaro agar menyerap lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Saya sudah siapkan konsepnya untuk Bintaro nanti jadi wisata kuliner juga,” urainya.

Ini yang akan bersama-sama ia wujudkan bersama masyarakat. Terlebih lagi di Bintaro disebutnya ada enam kelompok nelayan dan satu pengolah yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ini yang nanti akan menular ke masyarakat di Bintaro.

“Potensi kita benar-benar di lirik oleh Kementerian. Maka, kami ingin Bintaro ini menjadi bagian dari kelurahan yang mengharumkan Kota Mataram,” harapnya.

Rudy juga menyampaikan jika potensi SDM di Bintaro sebenarnya juga tidak kalah dari tempat lain. Terbukti dengan adanya satu putra asli Lingkungan Telaga Mas yang mendapat sertifikat nasional untuk juri tarik tambang. Kemudian warga di kelurahan ini juga masih menjaga tradisi permainan dan olahraga tradisional seperti gobak sodor dan gangsing. Ini adalah satu hal yang ingin ia maksimalkan.

“Karena kita di NTB tahun 2025 akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS),” bebernya. Melalui olahraga, ia ingin mengangkat marwah Kelurahan Bintaro dan Kota Mataram.

Ahmad Aspan, ketua lembaga masyarakat nelayan Kota Mataram mengaku bersyukur memiliki lurah yang memang berasal dari Bintaro. Ini memang sudah lama menjadi harapan masyarakat.

“Gagasan pak lurah ini memang sudah menjadi harapan kami warga di sana. Makanya kami sangat berterima kasih kepada lurah baru ini, kami berharap ke depan Bintaro akan semakin maju dan dikenal sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ungkapnya. (ton)

Editor : Kimda Farida
#Mataram