Hasil donasi terkumpul Rp 8.200.000. ”Penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina datang dari BMH (Baitul Maal Hidayatullah),” kata Pembina Imtak SDN 1 Ampenan Nurhayati, Sabtu (4/11) lalu.
Diutarakan, sebelumnya pihak BMH datang ke sekolah untuk meminta izin melakukan penggalangan dana kemanusiaan bagi warga Palestina. Hal tersebut direspons langsung oleh kepala sekolah. Baru kemudian pihak BMH menyebar amplop ke setiap kelas. ”Siswa juga menyampaikan pesannya di amplop atas konflik di Palestina,” ujarnya.
Tak hanya itu, para siswa tidak akan membeli produk-produk yang mendukung kekejaman Israel. ”Tidak hanya siswa muslim saja yang menyumbang, namun juga siswa non-muslim,” terang perempuan yang juga mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) ini.
Dikatakan, kepedulian siswa terhadap Palestina juga bisa terlihat pada pesan yang ditulis di amplop. ”Murid meminta kemerdekaan untuk Palestina,” ucapnya.
Tak hanya donasi, namun murid juga mendoakan Palestina agar tetap diberikan kekuatan. ”Kita tetap melangitkan doa untuk warga Palestina,” ujarnya.
Usai pemberian donasi, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan pihak BMH.
Kepala SDN 1 Ampenan Suharni mengatakan, kepedulian ini merupakan elemen gotong royong. Dalam kegiatan ini anak-anak ditanamkan untuk peduli terhadap sesama. Dalam hal ini terhadap Palestina yang saat ini sedang mengalami penindasan.
”Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati terhadap kondisi orang lain yang kurang beruntung sekaligus mengingatkan kepada mereka agar senantiasa terus bersyukur atas segala kenikmatan dan anugerah yang telah Tuhan berikan,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post