Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keamanan Jadi Kendala Harta Karun Lombok Sulit Dipamerkan di Daerah

Yuyun Kutari • Kamis, 14 Desember 2023 | 22:17 WIB
Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan (kiri), mendampingi Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi (pakai pengikat kepala), saat menghadiri pameran repatriasi 2023 di galeri nasional Indonesia
Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan (kiri), mendampingi Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi (pakai pengikat kepala), saat menghadiri pameran repatriasi 2023 di galeri nasional Indonesia

 

LombokPost-Pemprov NTB berkeinginan memamerkan benda bersejarah, yang pernah dirampas Pemerintah Belanda di zaman penjajahan, pada saat perayaan HUT NTB ke-65 pada tanggal 17 Desember mendatang. Namun, harapan tersebut sulit terwujud.

“Kami sebelumnya telah mengirimkan surat ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, meminta benda bersejarah itu dipemarkan di NTB, tetapi itu tidak bisa dilakukan karena waktunya mepet,” terang Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, saat ditemui Lombok Post, Kamis (14/12).

Pihaknya berharap ratusan benda bersejarah itu dipamerkan pada Januari mendatang dan pemeran direncanakan berlangsung sepekan.

“Kami berharapnya begitu, tetapi bagaimana kondisinya, kami konsultasikan ke pak dirjen dan masa menteri untuk kapan dikasinya,” terang Aidy.

Pemprov NTB memang getol menginginkan ratusan benda bersejarah itu ditampilkan kepada masyarakat Bumi Gora.

Karena dari 320 benda bersejarah yang dikembalikan, 60 persen milik Lombok.

Ada  perhiasan, manuskrip lontar, dan senjata kris, yang merupakan milik kerajaan-kerajaan di Lombok.

“Ternyata orang dulu kaya-kaya. Punya kita ada senjata, perangkat makanan dan minuman. Namun lebih didominasi perhiasan. Mulai dari gelang kaki, tangan, cincin, bros, kalung. Masih bagus semua. Tidak sekedar mutiara tapi berlian,” jelas Aidy.

Diakuinya, mendatangkan sekaligus memamerkan benda bersejarah butuh pengamanan ekstra.

Apalagi NTB belum memiliki sarana yang optimal, dalam hal perlindungan benda berserajarah.

“Kalau Jakarta kan ketat sekali, makanya kalau dibawa ke daerah itu mengkhawatirkan, karena memang mobilisasi barangnya perlu pengawalan khusus,” ujarnya.

Hasil koordinasinya bersama Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, pemprov akan membahas ini dengan TNI dan Polri.

“Jadi memang yang harus perkuat dari sisi keamanan, karena kalau dinominalkan ini nilainya sangat tinggi, jadi sangat menarik dan membanggakan,” kata dia.

Pameran tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama bagi para pelajar di NTB. Bahkan ini bisa menjadi sarana penelitian bagi perguruan tinggi.

“Nilai edukasinya ini sangat tinggi, jadi kami memang berharap benda-benda berserjarah tersebut bisa dipamerkan di NTB,” kata kepala dinas.

Di sisi lain, apabila pameran tidak juga terwujud, maka Pemprov NTB akan meminta film dokumenter, yang menayangkan tahapan dan proses penarikan benda-benda itu secara detail dari tangan Pemerintah Belanda, untuk bisa diputar di NTB.

“Apakah itu nanti kami putar di Taman Budaya atau di Kantor Gubernur NTB, itu bisa-bisa saja kita lakukan, namun yang penting kami berharap, film itu bisa kita tayangkan di sini,” tandas pria bergelar doktor tersebut.

Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi masih berharap harta karun NTB yang telah dipulangkan dari Belanda ke Indonesia dapat dipamerkan di Bumi Gora.

“Karena ini sangat penting, masyarakat terutama generasi muda harus mengetahui budaya dan peninggalan sejarahnya,” kata dia.

Saat menghadiri pameran repatriasi 2023 yang dilaksanakan di galeri nasional Indonesia pada 10 Desember lalu, Gita mengaku senang melihat koleksi pameran yang di tampilkan, bahkan di beberapa koleksi, dirinya memberikan penjelasan langsung kepada pemandu pameran sebagai Informasi tambahan, atas benda bersejarah tersebut. (yun)

Editor : Marthadi
#taman budaya #kebudayaan #Pemprov NTB #benda sejarah