LOMBOKPOST-Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 12 kecamatan se-Loteng sejak tanggal 26 Februari hingga 5 Maret mendatang.
Wakil Bupati (Wabup) Loteng HM Nursiah mengatakan, kegiatan musrenbang pertama berlangsung di Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur yang terbagi menjadi dua tim.
“Sebelumnya pihak kecamatan sudah melakukan pra musrenbang, hasilnya itu disampaikan ketika musrenbang siang tadi,” ucapnya pada wartawan, Senin (26/2).
Adapun yang dihasilkan dalam musrenbang, kata dia, pihak kecamatan menyampaikan perkembangan perekonomian, progress pembangunan dan penataan ruang, stunting, sosial masyarakat, pendidikan dan kesehatan serta sebagainya.
“Untuk tahun 2025 kita masih fokus memperhatikan perkembangan ekonomi daerah terutama pemasaran produk-produk lokal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Loteng, bagaimana meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, riset dan inovasi daerah,” terangnya.
Nursiah menekankan, dalam musrenbang juga ada masukan soal kondisi jalan-jalan yang belum dapat sentuhan. Atas hal ini tetap menjadi perhatian pemerintah, namun kembali lagi harus melihat sektor mana saja yang menjadi prioritas. Mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah. “Balik lagi tergantung kemampuan keuangan daerah kita,” tukasnya.
Diakui, dalam perjalanan pemerintahan Pathul-Nursiah kinerja pemerintah berjalan efektif dalam dua tahun terakhir lantaran sebelumnya diserang pandemi Covid-19. Sehingga diperlukan percepatan pembangunan selama masa pemerintahan Pathul-Nursiah.
“Melihat visi misi berdasarkan RPJMD, Alhamdulillah sudah besar juga capaian target kinerja visi misi Pathul-Nursiah. Termasuk 27 program unggulan kita 100 persen sudah selesai,” tandas politisi Golkar ini. (ewi)
Editor : Rury Anjas Andita