Meski sudah ada deklarasi, akan tetapi hingga saat ini baru satu partai yang sudah pasti jadi pengusung, yaitu PKS. Sementara Partai Golkar yang disebut-sebut menjadi kendaraan Suhaili, sejauh ini belum memberi kepastian, apakah akan mengusung Suhaili atau tidak.
"Siapa bakal calon yang akan diusung Golkar, kami tidak bisa pastikan karena Golkar sendiri belum mengeluarkan rekomendasi," kata Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska yang turut hadir di deklarasi tersebut.
Dia menjelaskan, Golkar memang sudah menyelesaikan survei tahap pertama. DPP telah mengantongi pemilik elektabilitas tertinggi dari hasil jajak pendapat itu. "Masih ada dua survei, dan kita tidak tahu hasilnya," ujarnya.
Yang pasti, tegasnya, Golkar telah mengeluarkan surat tugas untuk maju Pilgub NTB kepada empat orang. Selain Suhaili, juga diberikan kepada Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, serta Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri.
Dalam surat tugas itu, keempatnya diminta menaikkan elektabilitas, bekerja mensosialisasikan diri, dan membangun komunikasi dengan parpol. "Deklarasi (Zul-Suhaili) ini dalam rangka menjalankan tugas dan amanah partai. Jadi tidak masalah jika sudah ada yang deklarasi," kata Firadz lagi.
Firadz menjelaskan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan Golkar dalam mengeluarkan rekomendasi. Hasil survei yang tinggi saja tidak menjamin tiket Pohon Beringin ini aman. Akan tetapi bakal calon juga akan diminta mempresentasikan strategi masing-masing dalam memenangkan perebutan kursi orang nomor satu di NTB. "Nanti kita lihat karena ada mekanisme lainnya," pungkas Firadz.
Selain empat nama yang menerima surat tugas Golkar juga ikut mensurvei Lalu Muhammad Iqbal. Mantan Dubes RI untuk Turki ini masuk melalui jalur pendaftaran sehingga memiliki peluang serupa untuk merebut tiket Golkar. Bahkan data internal Golkar menyebut hasil survei yang dilakukan LSI Denny JA menyebutkan dari lima figur yang disurvei Golkar, Iqbal dan Suhaili bersaing secara elektabilitas.
Sementara itu, Zulkieflimansyah mengatakan, dirinya juga tidak bisa memastikan 100 persen berpasangan dengan Suhaili. Selama belum ada rekom partai, semuanya masih bisa berubah. Bahkan, dia juga tidak mempermasalahkan jika nanti tidak jadi berpasangan dengan Suhaili meski sudah deklarasi.
Bisa jadi nanti dalam perjalanan hasil survei Suhaili ternyata tiba-tiba melonjak drastis dan memutuskan maju sebagai Calon Gubernur. Kemudian di waktu bersamaan survei dirinya turun sehingga membuka kemungkinan terjadi perubahan di tengah jalan. "Masih melihat hasil survei masing-masing," ujarnya.
Meski begitu, bukan berarti deklarasi dirinya dengan Suhaili tanpa pertimbangan matang. Zul menegaskan, baik dirinya maupun Suhaili, sudah cukup lama di politik. Sehingga ketika mengambil langkah politik, sudah berdasarkan kalkulasi. "Insyaallah, Zul-Uhel akan berpasangan dan memenangkan Pilgub November nanti," katanya lagi.
Beri Kepastian Untuk Pendukung
Deklarasi ini sendiri digelar di Praya Lombok Tengah Sabtu siang (8/6). Deklarasi ini menjawab rasa penasaran para pendukung. Wabilkhusus relawan dan loyalis kedua calon pemimpin bumi gora tersebut.
“Jadi sesudah deklarasi tentunya kami sebagai relawan cukup lega melihat bang Zul dan pak Suhaili secara ekspelisit menyatakan diri mereka berpasangan di Pilgub NTB 2024 ini,” kata Ketua Relawan semeton Bang Zul NTB Hafizullah Mashuri kepada Lombok Post.
Keraguan para loyalis dan pendukung masing-masing bakal calon baik di pihak Zulkieflimansyah dan Suhaili FT terjawab dengan adanya deklarasi tersebut. Kata Hafiz, apa yang selama ini menjadi keraguan di tengah masyarakat terhadap pasangan Zul-Uhel akhirnya terjawab.
“Bahwa pasangan ini menjadi pasangan yang ideal dan cocok di kontestasi pilkada NTB 2024. Kita juga bisa melihat bagaimana euforia masyarakat di acara deklarasi ini,” tuturnya.
Momentum deklarasi tentu menjadi semangat bagi para relawan untuk bergerak mempersiapkan kemenangan Zul-Uhel. Semangat juang para relawan kata Hafiz akan terus berkobar sekalipun belum ada kepastian apakah Suhaili FT akan mendapatkan tiket dari partai Golkar.
“Kalau itu bukan menjadi ranah kami. Tapi yang jelas, kami akan terus menguatkan barisan,” terang kader PKS dari Lombok Timur itu.
Ketua Jaringan Sahabat Tim Pemenangan (Jabat Tangan) Zul-Uhel Ahmad Joni juga memberikan komentar yang sama. Ia menerangkan, loyalis Suhaili FT tidak hanya ada di Lombok Tengah saja, namun juga mengakar kuat di Lombok Timur.
“Jabat Tangan ini merupakan gabungan dari loyalis Bang Zul dan Abah Uhel yang basisnya di Lombok Timur. Jadi kami gabungan dari berbagai kalangan masyarakat. Terutama para tokoh masyarakat dan agama di sana,” jelas Joni.
Ia meyakini, Zul-Uhel tidak hanya akan mendominasi suara pemilih Lombok Tengah saja, akan tetapi juga suara pemilih di Lombok Timur. Hal itu tentu akan sangat menentukan kemenangan karena kedua Kabupaten tersebut merupakan kabupaten dengan jumlah pemilih terbanyak di NTB.
Menurut Joni, dinamika pecah kongsi Zul-Rohmi akan mempengaruhi sikap masyarakat dalam memilih calon pemimpinnya. Terutama di Lombok Timur. Karena menurutnya, sejak awal TGB Zainul Majdi memperlihatkan keinginannya untuk melihat Zul-Rohmi jilid II.
“Tapi nyatanya tidak terjadi. Sehingga tentu masyarakat juga akan menilai hal ini. Dan ini akan mempengaruhi pilihan masyarakat yang tadinya ke Rohmi di Lombok Timur,” terang Joni.
Yakin Dapat Rekom Golkar
Deklarasi pasangan Zul-Uhel (Bang-Abah) menjadi langkah politik untuk menjawab keraguan banyak pihak pada kedua figur tersebut dapat bersatu di kontestasi Pilgub NTB 2024. Namun langkah itu juga tidak hanya menjawab keraguan masyarakat, wabilkhusus para pendukungnya, akan tetapi untuk memperlihatkan keyakinan mereka atas potensi kemenangan juga dalam memastikan tiket dari partai politik.
Hal itu disampaikan Zulkieflimansyah di sesi tanya jawab dengan awak media usia deklarasi. “Soal rekomendasi partai Golkar, tentu semuanya masih berproses. Tapi kami mendeklarasikan pasangan ini sebagai bukti kalau kami serius,” kata bang Zul.
Untuk para relawan dan pendukungnya, Bang Zul berpesan agar dinamika Pilkada NTB 2024 tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. “Untuk para relawan, jika kita ingin menang, menanglah dengan cara baik dan bermartabat,” pintanya.
Hal senada juga disampaikan Suhaili. Mantan Bupati Loteng dua periode itu mengatakan, kepastian berpasangan setelah terpenuhinya syarat minimal pencalonan serta setelah mendaftar di KPU. "Kita berani bersama karena sudah ada persetujuan, tapi persetujuan baku itukan ada mekanisme," ujarnya.
Suhaili mengaku, dirinya sudah dipanggil DPP Golkar. Ketika itu dirinya diperintahkan menjalin komunikasi dengan Zul. "Kami tidak berani ujuk-ujuk. Saya sudah dipanggil ke Jakarta," terangnya.
Saat disinggung alasan memilih meenjadi wakil dari Zul, dia mengatakan, dirinya melihat lebih realistis. Sehingga dia berusaha menurunkan ego pribadi dengan tidak memaksakan diri menjadi Calon Gubernur. "Kita tidak menafikan kelebihan pada diri beliau (Zul). Kita sudah merasakan manfaat pembangunan beliau dalam mewujudkan kemaslahatan NTB gemilang," tutupnya. (bib/tih/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post