Kegiatan P2L sendiri dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas dalam rangka intervensi penanganan balita stunting. Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.
Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif. Program ini diharapkan dapat menjadi penghasil produk pangan keluarga, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini adalah kegiatan yang sangat bermamfaat dan mendapatkan antusias penuh dari masyarakat khususnya di lingkungan kam,” ujar Kepala Lingkungan Perigi, Ma’sud dalam siaran pers kepada Lombok Post.
Menurutnya berbagai elemen masyarakat juga ikut mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan.
Kegiatan Penilaian Lomba KWT Tingkat Kecamatan ini dihadiri oleh tim kecamatan, Lurah Dasan agung dan tim penilai dari PPS. Ketua koordinator PPS Theodora Junita Hutahaean dalam sambutannya memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mendukung program P2L. Karena itu Junita juga mengajak masyarakat lebih banyak lagi untuk bercocok tanam terutama dipekarangan masing-masing.
“Harapannya kedepan bisa menjadikan lingkungan perigi sebagai tempat wisata dalam bercocok tana,” ujarnya.
Sementara itu Iwan Rizaldi Lurah Dasan Agung dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya kepada Lingkungan Perigi yang telah mewakili Kelurahan Dasan Agung dalam lomba ini. Menurutnya meski kelak tidak dapat juara ia bersyukur atas antusias warga Perigi yang mendukung penuh kegiatan ini.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post