Karena itulah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mengingatkan sejumlah faktor penting untuk mencegah banyaknya jamaah Haji meninggal dunia di tanah suci.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan hasil evaluasi pelaksanaan ibadah haji sebelumnya menyebutkan sebagian besar kasus kematian jemaah haji Indonesia disebabkan oleh penyakit pneumonia dan serangan jantung.
“Dan setelah kami evaluasi, banyak yang meninggal karena terlambat dirujuk," ujarnya saat ikut memberangkatkan kloter pertama jemaah haji di Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (1/5) sebagaimana dilansir jawapos.com.
"(Padahal) Serangan jantung itu nggak bisa ditunda, harus langsung ditangani. Tapi yang terjadi, jemaah dirujuk dulu ke klinik, lalu baru cari rumah sakit. Ketika sampai, sudah terlambat," sambun Budi Gunadi Sadikin.
Karena itulah sebagai jawaban atas persoalan tersebut pemerintah kini telah menyiapkan fasilitas medis langsung bagi jamaah Indonesia di dalam kompleks Masjidil Haram.
Fasilitas ini dilengkapi alat kesehatan terkini dengan tenaga medis yang bisa berbahasa Indonesia. Fasilitas ini mempercepat akses layanan darurat bagi jemaah.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post