Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Koperasi Desa Merah Putih Harus Menggunakan QRIS Dalam Setiap Transaksi

Rosmayanthi • Senin, 19 Mei 2025 | 06:54 WIB

Menkop Budi Arie Setiadi beberkan syarat jadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih: integritas, bersih di SLIK OJK, dan larangan hubungan keluarga. (internet)
Menkop Budi Arie Setiadi beberkan syarat jadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih: integritas, bersih di SLIK OJK, dan larangan hubungan keluarga. (internet)
LombokPost - Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk seluruh Indonesia. Dan Koperasi Desa Merah Putih ini harus menggunakan QRIS dalam setiap transaksi.

Itu sebanya, semua pengurus Koperasi Desa Merah Putih harus melek IT, karena Koperasi Desa Merah Putih harus menggunakan QRIS dalam setiap transaksi. Baik itu transaksi pinjaman maupun tabungan.

Jadi tidak ada sistem manual dalam transaksi Koperasi Desa Merah Putih. Karena semua kegiatan koperasi harus menggunakan QRIS dalam setiap transaksi.

Jadi baik pengurus maupun anggota Koperasi Desa Merah Putih harus mendownload aplikasi QRIS yang akan digunakan dalam setiap transaksi. 

Hal ini ditegaskan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi baru-baru ini, dimana Koperasi Desa Merah Putih harus menggunakan QRIS dalam setiap transaksi.

"Seluruh transaksi di Koperasi Desa Merah Putih nantinya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau non-tunai," ungkap Budi Arie usai rapat Kopdes Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025).

Budi Arie juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo soal rencana itu.

“Sudah bilang sama Gubernur BI, semuanya nanti cashless pembayarannya digital, pakai QRIS,” ujar Budi Arie.

Budi Arie menambahkan, digitalisasi adalah kunci keberlanjutan Kopdes Merah Putih. Pasalnya hanya digitalisasi yang bisa menjalankan bisnis ini secara prudent.

"Kita harus memperkuat sistemnya, dan kami sudah percaya,” tegas Budi Arie.

Itu sebabnya, Koperasi Desa Merah Putih harus menggunakan QRIS dalam setiap transaksi. Alasan pembayaran Kopdes Merah Putih menggunakan QRIS untuk menghindari fraud. 

"Supaya transparan, profesional, akuntabel. Mengurangi kemungkinan fraud,” tambah Budi Arie.

Apa itu QRIS?

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui kode QR di Indonesia. 

QRIS memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran, transfer dana, tarik tunai, dan setor tunai dengan hanya memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital yang kompatibel.

Berarti setiap aplikasi pembayaran digital yang terintegrasi dengan QRIS akan bisa saling berinteraksi dan menerima pembayaran dari pengguna lain.

Dengan QRIS, pembayaran bisa dilakukan lebih mudah dan cepat, tanpa perlu menggunakan uang tunai atau kartu. 

QRIS juga bisa diakses melalui aplikasi e-wallet, mobile banking, dan platform pembayaran digital lainnya yang sudah mendukung.

QRIS membantu mengintegrasikan berbagai sistem pembayaran digital sehingga konsumen dan pedagang dapat bertransaksi dengan mudah dan efisien. 

Salah satu merchant di Lombok Tengah yang menggunakan QRIS sebagai opsi pembayaran konsumen.
Salah satu merchant di Lombok Tengah yang menggunakan QRIS sebagai opsi pembayaran konsumen.

Dengan QRIS, diharapkan lebih banyak orang, terutama UMKM, dapat mengakses dan menggunakan pembayaran digital.

Adapun manfaat QRIS sebagai berikut:

1. Bagi Komsumen

QRIS memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, serta keamanan karena pembayaran dapat dilakukan tanpa menggunakan uang tunai.

2. Bagi pedagang/merchant

QRIS membantu meningkatkan penjualan, memudahkan pengelolaan transaksi, dan memperluas jangkauan pembayaran. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Budi Arie #menteri koperasi #Koperasi Desa Merah Putih #transaksi #QRIS