Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Temuan Cacing Hati dan Scabies pada Daging Kurban, Mayoritas Daging Kurban Aman Dikonsumsi

Lombok Post Online • Senin, 9 Juni 2025 | 14:41 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost  - mayoritas daging kurban pada Idul Adha 1446 Hijriah/2025 di Kota Mataram dinyatakan aman konsumsi.

Namun, di tengah kabar baik itu, Dinas Pertanian Kota Mataram tetap menemukan enam kasus penyakit pada hewan kurban, yang langsung ditangani untuk mencegah risiko bagi masyarakat.

Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Pertanian Kota Mataram drh Muhammad Irfan Sabri mengungkapkan, enam kasus tersebut terdiri dari dua kasus penyakit kulit (scabies) pada kambing dan empat kasus cacing hati (fasciolosis) pada sapi.

Baca Juga: Polda NTB dan Jajaran Kurban 205 Ekor Sapi dan 43 Kambing untuk Warga NTB

Temuan ini terjadi di lokasi pemotongan hewan di Gatep, Ampenan.

“Tindakan yang kami lakukan adalah membuang atau menunda bagian yang terkena penyakit kulit dan cacing hati,” tegas Irfan.

Ia menjelaskan, penyakit kulit pada kambing umumnya ditemukan di bagian telinga dan kaki, sehingga hanya bagian tersebut yang dihancurkan.

Baca Juga: Biar Ngak Bau dan Cepat Busuk, Begini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Aman Menurut Ahli Pangan

Sementara itu, pada empat ekor sapi yang terdeteksi cacing hati, bagian hati yang terinfeksi juga langsung dimusnahkan.

“Kasus cacing hati ini memang kerap ditemukan, dan tim kesehatan baru bisa mengetahuinya setelah ternak disembelih,” imbuhnya.

Meski begitu, Irfan memastikan bagian lain dari hewan kurban, baik kambing maupun sapi, dinyatakan layak dikonsumsi.

Baca Juga: Ternyata, Ada Trik Khusus Agar Hewan Kurban Tidak Agresif Saat Mau Disembelih di Idul Adha, Cek Di Sini

Daging tersebut termasuk dalam kategori ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal) dan tetap bisa didistribusikan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya memasak daging dengan sempurna untuk menghindari potensi risiko kesehatan.

“Tetapi kami menyarankan dalam proses pengolahan daging tersebut direbus atau dimasak sampai benar-benar matang. Jangan dibuat sate atau oseng-oseng,” pesannya.

Kabar baik lainnya, hasil pemeriksaan hewan kurban di Kota Mataram sejauh ini menunjukkan bahwa hewan-hewan yang dijual oleh pengepul bebas dari penyakit berbahaya seperti antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pemeriksaan dilakukan secara ketat, bahkan hingga setelah proses penyembelihan sebelum daging diedarkan ke masyarakat.

Baca Juga: Warga Desa Banyu Urip Lombok Barat Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Juni 2025.

“Alhamdulillah, sampai hari ini daging kurban yang dipotong warga Kota Mataram adalah daging ASUH,” ujarnya dengan lega.

Untuk menjamin kualitas daging kurban yang ASUH, Dinas Pertanian Kota Mataram menurunkan tim pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang terdiri dari 220 petugas di enam kecamatan.

CARI UNTUNG: Sejumlah peternak membawa sapinya untuk dijual di pasar hewan Selagalas, beberapa waktu lalu. 
CARI UNTUNG: Sejumlah peternak membawa sapinya untuk dijual di pasar hewan Selagalas, beberapa waktu lalu. 

Tim ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, yakni 100 orang dari Universitas Mandalika (Undikma), 80 orang dari provinsi, dan 40 orang dari Dinas Pertanian Kota Mataram.

“Tim itulah yang bergerak sejak sepekan lalu, untuk memeriksa kesehatan ante mortem hewan kurban sebelum disembelih, dan pemeriksaan post mortem (setelah disembelih),” tutupnya. (chi/zad/r7)

Editor : Kimda Farida
#cacing hati #kurban #scabies #sapi #daging #pemotongan hewan