LombokPost - Kota Mataram terus tumbuh dan berkembang ke berbagai sisi yang lebih baik.
Namun tidak dengan kondisi transportasi umum Kota Mataram yang seolah berjalan mundur semakin jauh dari kata berkembang atau tumbuh.
Hanya ada bemo kuning di Kota Mataram sebagai angkutan kota dengan satu rute, Ampenan-Bertaia PP.
Pilihan lain transportasi umum di Kota Mataram? Mungkin cidomo yang mangkal di pasar-pasar dengan kemampuan jarak tempuh terbatas.
Selebihnya warga Kota Mataram mengandalkan kendaraan pribadi, atau taksi dan ojek online.
Kondisi itulah yang membuat Kota Mataram seolah semakin sesak dari waktu ke waktu.
Tengoklah kawasan Rembiga, Kota Mataram. Di sama, kemacetan menjadi santapan sehari-hari warganya.
Entah pagi kala mengantar anak sekolah, atau siang kala anak sekolah pulang, atau juga sore hari saat sejumlah pekerja Kota Mataram yang tinggal di seputaran Rembiga balik ke rumahnya.
Kemacetan parah di sana disebabkan penggunaan kendaraan pribadi yang begitu masif, bukan tak mau menggunakan kendaraan umum, pilihannya memang tak ada.
Sekarang bayangkan, anda tinggal di seputaran, Lingkar Selatan, hendak menuju Ampenan yang sama-sama masih di Kota Mataram.
Apa pilihan transportasi umum yang bisa didapat? Tidak ada bukan? Ya, inilah kondisi Kota Mataram.
Kota yang hanya memiliki transportasi umum bernama bemo kuning, dengan rute di jalan utama dari barat ke timur dan sebaliknya.
Tidak ada opsi apa pun di Mataram untuk rute selatan ke utara dan sebaliknya, tidak juga untuk rute lingkar, dan lainnya.
Contoh kota di Indonesia yang memiliki sistem transportasi umum yang cukup baik adalah Jogjakarta.
Tak seperti Mataram, di sana ada Trans Jogja, sebuah sistem bus kota yang terintegrasi dengan baik. Bus ini memiliki rute yang luas dan frekuensi yang tinggi, sehingga memudahkan masyarakat untuk berpindah-pindah tempat.
Baca Juga: Gunung Rinjani Punya Kereta Gantung, Kaum Mager Pasti Setuju
Trans Jogja memiliki aksesibilitas yang baik, dengan halte-halte yang strategis dan mudah dijangkau.Trans Jogja juga memiliki koneksi yang baik dengan moda transportasi lain, seperti angkot dan taksi.
Mari belajar Mataram, banyak contoh yang bisa ditiru dan direplikasi di kota yang kita cintai bersama ini. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic