Lombok Post - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyebut dampak ekonomi dari pelaksanaan Fornas VIII di Sembalun akan minim. Event nasional ini akan berlangsung sehari dan diperkirakan hanya diikuti sekitar 200 peserta.
“Dalam situasi ini yang kita dapat hanya tamu saja. Paling penginapan saja yang akan terisi. Pesertanya sekitar 200 orang,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya seusai rapat koordinasi Fornas VIII, Kemarin.
Ia menegaskan, Pemkab Lotim tidak akan mengadakan kegiatan tambahan untuk memeriahkan Fornas. Sebab, seluruh rangkaian acara ditangani langsung pemerintah pusat dan provinsi, dengan pusat kegiatan berada di Lombok Barat dan Kota Mataram.
Meski begitu, Pemkab tetap memberi dukungan agar pelaksanaan Fornas di Sembalun berjalan lancar. Persiapan pun tidak sebesar event lari sebelumnya, karena lomba hanya terdiri dari dua kategori, yakni 10 dan 20 kilometer.
“Lintasannya juga tidak terlalu besar risikonya,” terangnya.
Sejumlah tim telah diterjunkan oleh Pemkab, mulai dari tim kesehatan, keamanan, hingga tim SAR. Ia menilai kecilnya dampak ekonomi juga disebabkan waktu pelaksanaan lomba yang singkat. Tamu diperkirakan hanya menginap dua hari.
“Paling penonton 200. Tapi mudah-mudahan ada dampak bagi masyarakat meskipun tidak terlalu besar,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lotim Asrul Sani menambahkan, venue Fornas ditentukan dan ditangani langsung pemerintah pusat dan provinsi. Semua persiapan acara juga menjadi tanggung jawab panitia pusat dan provinsi. Pemkab Lotim hanya bersifat mendukung kelancaran kegiatan.
“Dipilihnya Sembalun menjadi venue ini mungkin sebelumnya ada kegiatan Rinjani 100. SehinggaSembalun dinilai sangat layak dibandingkan tempat-tempat lain di Lotim,” terangnya.
Ia mengatakan, jalur lomba tidak terlalu ekstrem karena ini merupakan olahraga rekreasi. Diharapkan, kegiatan ini berdampak pada promosi wisata serta meningkatkan hunian penginapan dan hotel di Sembalun.
“Pada lomba lari trail ini, Pemkab Lotim mengirim dua orang atlet lari, satu orang berasal dari Sembalun,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post