LombokPost – Menjelang dan selama perhelatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) yang akan berlangsung di Kota Mataram pada 26 Juli hingga 1 Agustus, Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram meningkatkan patroli.
Mereka secara gencar melakukan penertiban Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan, dan Pengemis (Gepeng).
Langkah ini menindaklanjuti instruksi Wali Kota Mataram agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kewaspadaan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Mataram, Andi Darwis, menegaskan bahwa penertiban Anjal dan Gepeng memang menjadi tupoksi utama dinasnya.
"Sejak instruksinya Pak Wali itu, kita mulai tingkatkan," kata Darwis.
Peningkatan ini tidak hanya sebatas penertiban rutin, tetapi juga penambahan jam patroli dan penggunaan mobil patroli untuk menyisir area-area rawan di Kota Mataram.
Biasanya, petugas khusus ditempatkan di setiap lampu merah. Namun, dengan adanya instruksi khusus ini, Dinsos menambah metode patroli dengan mobil yang akan berkeliling kota untuk segera menangani temuan Anjal dan Gepeng.
"Kemarin Sabtu itu ada satu anak yang dibawa ke kantor untuk diamankan dan dibawa balik ke wilayah asalnya itu Lombok Timur," bebernya.
Dirinya menjelaskan, dari 45 anggota Dinsos, petugas disiagakan dalam tiga shift yang disesuaikan dengan tingkat urgensi.
Untuk tim patroli mobil, dibagi menjadi tiga shift, dengan masing-masing shift diisi oleh dua orang.
Andi mengatakan, idealnya pihaknya membutuhkan 90 tenaga untuk meng-cover sekitar 30 titik lampu merah di Kota Mataram jika diterapkan tiga shift secara optimal.
Saat ini, fokus penjagaan adalah wilayah-wilayah rawan, khususnya lampu merah di pusat kota yang sering menjadi target Anjal dan Gepeng.
"Kalau di luar-luar jarang menjadi target. Tapi tetap dalam pantauan," ungkapnya.
Dinsos juga mempertimbangkan kemungkinan kerja sama dengan Satpol PP untuk membagi wilayah patroli, demi pengawasan yang lebih tersebar dan efektif selama Fornas berlangsung.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, mengatakan ada 40 personel Satpol PP Kota Mataram yang akan dikerahkan setiap hari untuk mengamankan perhelatan Fornas. Personel akan difokuskan di titik-titik rawan, terutama area venue pertandingan olahraga fisik seperti pencak silat dan karate.
Selain pengamanan teknis, personel juga akan turun langsung ke masyarakat dan pelaku usaha untuk mengimbau agar menjaga kebersihan serta kondusivitas lingkungan.
"Kegiatan ini dinilai penting mengingat Mataram akan menjadi sorotan nasional selama Fornas berlangsung sebab hampir 60 persen venue ada di wilayah Kota Mataram," jelasnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan lintas sektor, termasuk TNI/Polri, Pamswakarsa, dan Dinas Sosial, untuk menciptakan sistem pengamanan yang terintegrasi.
"Kami akan siapkan personel nanti ada yang berjaga di venue ada juga yang patroli," jelasnya.
Khusus dengan Dinas Sosial, Satpol PP akan melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan sosial, seperti keberadaan pengamen, anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng), guna memastikan kenyamanan dan ketertiban selama Fornas berlangsung.