LombokPost – Kabar gembira bagi dunia sains dan keanekaragaman hayati Indonesia! Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil mengidentifikasi dan mengkarakterisasi spesies jamur Morchella (Morel) baru dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Spesies ini kini resmi dinamakan Morchella Rinjaniensis.
Dikutip dari lama BRIN, studi inovatif ini, yang hasil lengkapnya telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bergengsi Mycobiology, menggunakan pendekatan taksonomi yang komprehensif.
Para peneliti tidak hanya mengandalkan data morfologi, yaitu pengamatan ciri fisik jamur, tetapi juga didukung oleh analisis sekuensing empat gen kunci: ITS (Internal Transcribed Spacer), LSU (Large Subunit ribosomal RNA), Tef1 (Translation Elongation Factor 1-alpha), dan RPB2 (RNA Polymerase II subunit).
Analisis molekuler yang mendalam menunjukkan bahwa Morchella Rinjaniensis memiliki kekerabatan genetik yang dekat dengan Morchella galilaea, sebuah spesies morel yang juga dikenal di berbagai belahan dunia.
Namun, kombinasi data morfologi dan genetik secara tegas mengkonfirmasi statusnya sebagai spesies baru yang berbeda dan unik.
Baca Juga: Bermodal Kecil, Jamur Bonggol Jagung di Loteng Hasilkan Jutaan Rupiah
Menurut Periset Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN Atik Retnowati, yang terlibat dalam penelitian ini, Morchella Rinjaniensis punya karakter unik yang tidak ditemukan pada jenis Morel lain, baik secara bentuk maupun genetik.
Temuan ini penting untuk masa depan riset, konservasi, dan pengembangan budidaya jamur lokal.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Morchella Rinjaniensis bukanlah sekadar variasi, melainkan entitas biologis yang berbeda.
Baca Juga: Giat Sukses Pelaku UMKM Kopi dan Jamur Tiram Berkat Inovasi dan Kreativitas di Desa BRILian Trawas
Penemuan ini secara signifikan menambah pemahaman kita tentang keragaman genus Morchella di tingkat global, terutama di wilayah tropis yang sebelumnya kurang tereksplorasi.
Keberadaan spesies baru di Rinjani ini juga memberikan wawasan baru tentang distribusi geografis jamur morel, yang sebelumnya lebih banyak ditemukan di daerah beriklim sedang.
Para peneliti BRIN menyoroti pentingnya penggunaan pendekatan multi-faceted dalam taksonomi jamur, di mana kombinasi data morfologi dan molekuler menjadi kunci untuk identifikasi spesies yang akurat.
Metode ini meminimalkan ambiguitas dan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk penemuan baru.
Dengan publikasi ini, Indonesia semakin menegaskan perannya dalam kontribusi riset global di bidang mikologi.
Penemuan Morchella Rinjaniensis tidak hanya memperkaya daftar keanekaragaman hayati, tetapi juga membuka peluang eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi ekologi, pangan, hingga farmasi dari jamur morel di kawasan tropis.
Editor : Siti Aeny Maryam