Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Geger Jumlah Kasus HIV/AIDS, Dikes: Itu Data Akumulasi 24 Tahun!

Sanchia Vaneka • Selasa, 12 Agustus 2025 | 07:47 WIB

 

 

Kasus HIV AIDS di Mataram meningkat
Kasus HIV AIDS di Mataram meningkat

 

LOMBOK POST-Data kasus HIV/AIDS di Kota Mataram yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat, ternyata merupakan data akumulatif dari 24 tahun terakhir, terhitung sejak 2001 hingga 2025. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Emirald Isfihan.

“Itu data akumulasi dari 24 tahun ini. Kita boleh waspada, tapi jangan langsung panik melihat data itu karena itu data akumulasi,” kata Emirald.

Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk memahami konteks data tersebut agar tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu.

Secara spesifik, untuk tahun 2025 saja, kasus HIV/AIDS di Kota Mataram tercatat sebanyak 116 kasus.

Namun, Emirald menjelaskan bahwa mayoritas penderita, yaitu 74 kasus, berasal dari luar Kota Mataram. Sementara itu, warga Kota Mataram yang terinfeksi hanya 42 kasus.

“Dari 42 kasus warga Mataram ini, semuanya sedang menjalani pengobatan dan pendampingan secara intensif. Jadi, penanganannya sudah berjalan,” jelasnya.

Baca Juga: Kasus HIV AIDS Kota Mataram Melonjak Tajam Sentuh Angka Kematian 139 Jiwa Hingga 929 Kasus

Lebih lanjut, dari data akumulatif yang ada, Emirald juga menyampaikan bahwa ada sekitar 33 orang yang meninggal akibat komplikasi HIV/AIDS. Angka ini mencakup seluruh kasus yang terdeteksi selama 24 tahun terakhir.

Emirald menekankan bahwa dalam penanganan penyakit menular seperti HIV/AIDS, metrik keberhasilan utama bukanlah rendahnya jumlah kasus, melainkan seberapa efektif case finding atau penemuan kasus yang dilakukan.

“Penyakit menular itu kerjanya diukur dari penemuan kasus. Semakin banyak kasus yang kita temukan, maka semakin besar peluang kita untuk mencegah penularan lebih parah lagi,” ujarnya.

Hal ini krusial karena dalam konsep penyakit menular, ada individu yang menjadi carrier atau pembawa virus, namun belum menunjukkan gejala (asimptomatik).

“Bayangkan seandainya pengidap penyakit ini tanpa gejala. Itu bisa menularkan ke mana-mana tanpa kita sadari,” terang Emirald.

Lebih lanjut, virus HIV bisa menunjukkan gejala klinis setelah lima hingga sepuluh tahun terpapar.

Oleh karena itu, periode lima hingga sepuluh tahun ini menjadi jendela penting untuk melakukan penemuan kasus secara agresif.

“Dengan temuan kasus ini, perlu adanya pendampingan dan pengobatan. Maka dari itu, kami menyediakan layanan PDP (Perawatan Dukungan Pengobatan) di beberapa puskesmas,” imbuhnya.

Sebagai langkah penanggulangan, Dikes Kota Mataram telah mengaktifkan layanan PDP di beberapa puskesmas, seperti Puskesmas Dasan Agung, Karang Pule, dan Selaparang.

“Semua puskesmas juga kami dorong untuk melakukan screening semaksimal mungkin. Kita berupaya mendeteksi sedini mungkin agar penanganan bisa cepat dilakukan,” jelas Emirald.

Baca Juga: HIV AIDS Renggut 12 Nyawa di Mataram, Dikes Gencarkan Skrining Nakes

Emirald juga mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan menghindari perilaku berisiko.

“Sebelum mendeteksi diri, kita harus merenung dan intropeksi diri dulu. Hindari seks bebas, penggunaan narkoba, dan perilaku berisiko lainnya,” pesannya. 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala-gejala awal HIV/AIDS, seperti diare berkepanjangan, penyakit kulit, jamur di area mulut, dan penurunan berat badan yang signifikan selama tiga bulan berturut-turut. 

“Jika ada gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini adalah kunci untuk penanganan yang lebih baik,” pungkasnya. 

Sebelumnya, beredar berita terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Mataram yang menunjukkan 929 kasus dari Januari hingga Juni 2025, dengan rincian 493 kasus HIV dan 436 kasus AIDS. Yang kemudian mengundang atensi masyarakat hingga wakil rakyat. 

“Ini sudah masuk level mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan harus segera mengambil langkah tegas,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jumlah Anak Muda Indonesia Berperilaku Beresiko HIV/AIDS Cukup Banyak

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mengatakan salah satu langkah untuk mencegah meningkatnya kasus HIV di Kota Mataram yaitu dengan meningkatkan kewapasdaan. Terutama pada pergaulan anak-anak jaman sekarang. 

“Kembali lagi kita ke penggunaan gadget,” katanya. 

Selain itu, Pemkot Mataram sudah membentuk tim gugus tugas dari beberapa organisasi perangkat daerah terkait salah satunya Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan stakeholder lainnya. 

“Kita sangat miris. Tentu kita harus mendampingi anak-anak kita setiap waktu. Jangan sampai mereka salah pergaulan,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#HIV AIDS #Dikes Mataram