LombokPost - Antusiasme masyarakat terhadap Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Surakarta Jalur Inden Tahun Pelajaran 2026/2027 sangat tinggi.
Tercatat lebih dari 300 calon santri mengikuti seleksi pada Ahad (24/8) di Assalaam Center, Surakarta.
Seleksi PSB Jalur Inden PPMI Assalaam Surakarta mencakup registrasi, tes baca Al-Qur’an, wawancara calon santri dan wali santri, hingga tes kesehatan.
Bagi jenjang SLTA, ditambah dengan tes Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Keistimewaan Jalur Inden ini adalah diskon 50 persen biaya pendaftaran serta souvenir eksklusif untuk seluruh peserta.
Direktur PPMI Assalaam, KH Suripto Yunus, menjelaskan bahwa jalur inden merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat yang lebih awal mempersiapkan pendidikan anaknya.
“Alhamdulillah, Jalur Inden tahun ini disambut sangat positif. Melalui jalur ini, calon santri tidak hanya mendapat keringanan biaya, tetapi juga prioritas dalam penerimaan. Assalaam ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” jelas KH Suripto Yunus.
Jalur Reguler Dibuka 1 September 2025
Bagi yang belum sempat mendaftar Jalur Inden, Penerimaan Santri Baru Jalur Reguler PPMI Assalaam Surakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 akan resmi dibuka pada 1 September 2025 melalui Sistem Penerimaan Santri Baru (SIPENWARU).
Ketua Majelis Pendidikan Pesantren (MPP) PPMI Assalaam Wilayah NTB, Alfian Yusni, mengatakan, kesempatan ini terbuka luas bagi seluruh calon santri dari NTB yang semakin banyak mempercayakan pendidikan anaknya kepada Assalaam.
"Dengan fasilitas modern, kualitas pendidikan unggul, dan tradisi pesantren yang kuat, PPMI Assalaam Surakarta terus menjadi destinasi pendidikan favorit keluarga Muslim, termasuk dari NTB," jelasnya.
Baca Juga: Kepala Pusat Astronomi Assalaam Kunjungi UIN Mataram, Buka Jalan Kolaborasi Astronomi Nasional
Assalaam Bentuk Karakter Menjajadi Kuat
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang juga merupakan santri Assalaam mengajak para orang tua untuk mendaftarkan putra-putrinya mondok di Assalaam
"Bersekolah di Assalaam, punya peluang besar menjadi pemimpin, karena merantau untuk menuntut ilmu adalah berkah sekaligus jihad," ujarnya.
Hidup di pesantren, kata Gubernur NTB, membentuk fokus, kedewasaan, dan karakter kuat sejak dini.
“Kesuksesan santri bukan diukur dari jabatan atau kekayaan, tapi dari manfaat yang diberikan untuk umat. Kuncinya, uruslah hari ini dengan sebaik mungkin. Present adalah hadiah,” tambah alumni Assalaam ke-4 ini.
PPMI Assalaam Surakarta berdiri sejak 7 Agustus 1982 di bawah naungan Yayasan Majelis Pengajian Islam (YMPI).
Lembaga ini dikenal sebagai pesantren modern yang mengintegrasikan kurikulum pesantren, nasional, dan internasional.
Pesantren ini memiliki fasilitas lengkap: masjid, asrama, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, kolam renang, hingga dome astronomi. Unit usaha seperti hotel dan resto juga tersedia untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Dari sisi mutu, SMA Assalaam dan MTs Assalaam telah berstatus Akreditasi A (Unggul) dari BAN-S/M dan BAN-PDM, menjadi bukti kualitas pendidikan yang terjaga.
Khusus untuk wilayah NTB, informasi pendaftaran para orang tua bisa datang ke sekertariat MPP Assalaam wilayah NTB, yang beralamat di Gedung Graha Pena Lombok Post, Jalan TGH Faisal No 33, Sweta, Sandubaya, Mataram.(***)
Editor : Alfian Yusni