Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PKL Jalur Cepat Bypass Mataram Direlokasi, Sentra Kuliner Baru Akan Dibangun

Sanchia Vaneka • Jumat, 29 Agustus 2025 | 21:18 WIB


Deretan pedagang kaki lima di jalir cepat bypass mataram-lombok barat
Deretan pedagang kaki lima di jalir cepat bypass mataram-lombok barat


LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur di sepanjang jalur cepat Bypass Mataram.

Untuk mengurangi kemacetan dan ketidaknyamanan, Pemkot berencana merelokasi para pedagang ke lahan khusus yang akan dijadikan sentra kuliner.

Rencana ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri. Ia menjelaskan bahwa relokasi ini akan menjadi solusi permanen untuk menata para PKL.

"PKL di sana (Bypass) memang makin menjamur. Grand design-nya sudah ada, kita ingin menata mereka di lahan yang sudah tersedia, yaitu di lahan Pemkot sebelum Tugu Tembolak," kata Alwan Basri, Jumat (29/8).

 Baca Juga: Retribusi sampah, PKL Mataram Harus Bayar Rp 5 Ribu Per Bulan

Lokasi yang dipilih untuk sentra kuliner baru ini adalah lahan milik Pemkot yang terletak di sisi kanan atau sebelah barat jalan Bypass, tepatnya sebelum Tembolak yang menjadi perbatasan antara Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Pemkot berharap bisa menata PKL di kedua sisi jalan, meskipun saat ini baru lahan di sisi barat yang sudah tersedia.

"Kita sudah punya yang di sebelah kanannya atau di sebelah baratnya. Harapannya juga ada yang di sebelah kirinya," tambahnya.

Meski lahan di sisi kiri jalan masih belum dibebaskan, rencana pembebasan lahan tersebut sudah masuk dalam grand design Pemkot.

Penataan PKL ini juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Mataram untuk lima tahun ke depan, menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap masalah ini.

Ketika ditanya mengenai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari relokasi ini, Sekda Lalu Alwan Basri menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukanlah pendapatan, melainkan penataan yang efektif.

Prioritas utamanya adalah memastikan aktivitas PKL tidak lagi mengganggu lalu lintas, dan masyarakat dapat menikmati aneka kuliner dengan aman dan nyaman.

"PAD itu bisa urusan belakangan. Yang penting sudah dapat ditata dulu dan masyarakat dapat menikmati," tegasnya.

Sebelumnya, sempat ada wacana untuk memindahkan PKL ke lahan di samping Dinas Perpustakaan Kota Mataram.

Namun, dengan adanya rencana pembangunan kantor walikota di area tersebut, relokasi ke lahan sebelum Tugu Tembolak dianggap sebagai opsi terbaik. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman bagi semua pihak, baik pedagang maupun pengguna jalan.

Editor : Jelo Sangaji
#Lalu Alwan Basri #Sekda Mataram #Mataram #pedagang kaki lima #bypass bil - mandalika