LombokPost — Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menghalangi warga Mataram untuk bertani. Urban farming atau pertanian perkotaan kini semakin masif digalakkan sebagai solusi ketahanan pangan sekaligus gaya hidup berkelanjutan.
Inisiatif ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui berbagai program.
Kepala Bidang Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Liswati, menjelaskan bahwa program unggulan mereka adalah Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Program ini mendorong warga memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada, termasuk area sempit seperti pekarangan, rooftop, atau bahkan pot dan barang-barang bekas.
"Kita menyadari, pekarangan rumah di kota ini sudah sempit. Lahan untuk bertanam sangat terbatas. Oleh karena itu, kami mendorong warga untuk lebih kreatif," jelasnya.
Program P2L tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga merambah ke institusi pendidikan.
Distan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah untuk mengimplementasikan urban farming sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar, khususnya dalam program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema gaya hidup berkelanjutan.
Salah satu fokus utama adalah program tanam cabai di sekolah. Pemilihan cabai bukan tanpa alasan.
Liswati menjelaskan bahwa cabai adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi.
Dengan menanam cabai sendiri, masyarakat dan siswa bisa mengurangi pengeluaran dan membantu menstabilkan harga di pasaran.
Distan Kota Mataram tidak hanya mendorong, tetapi juga memberikan dukungan nyata.
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan PKK, bibit tanaman, terutama cabai, diberikan secara gratis.
Beberapa sekolah bahkan sudah mulai mandiri dalam memproduksi bibit sendiri.
Untuk terus memotivasi masyarakat, Pemkot Mataram juga rutin mengadakan lomba pekarangan lestari.
Lomba ini merupakan hasil kolaborasi dengan PKK, kader, kelurahan, dan kecamatan.
Dengan semua upaya dan kolaborasi ini, urban farming di Mataram tidak lagi sekadar hobi.
Ini adalah sebuah gerakan kolektif yang membawa dampak positif pada ketahanan pangan, ekonomi, dan lingkungan hidup kota.
Editor : Kimda Farida