LombokPost - September 2025 diperkirakan akan menjadi salah satu bulan paling spektakuler bagi para penggemar astronomi.
Dikutip dari Facebook MeToo dijelaskan bulan ini akan menghadirkan tiga peristiwa langit langka dan menakjubkan yang tidak boleh dilewatkan.
Diantaranya ada Gerhana Bulan Total (Blood Moon Eclipse) - 7 September, Gerhana Matahari Cincin (Solar Eclipse) - 21 September, dan Ekuinoks Musim Gugur - 22 September.
Gerhana Bulan Total (Blood Moon Eclipse) - 7 September
Pada tanggal 7 September, langit akan dihiasi oleh fenomena Gerhana Bulan Total, atau yang sering disebut sebagai Bulan Merah Darah (Blood Moon).
Bulan akan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan Bumi, menyebabkannya bersinar dengan warna merah menyala yang dramatis.
Baca Juga: Menantikan Keunikan Gerhana Bulan Total Merah Super di Bumi Gora
Warna kemerahan ini terjadi karena pembiasan cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi.
Peristiwa ini akan terlihat paling jelas di wilayah Asia, Afrika, dan Australia.
Akan mengubah langit malam menjadi panggung kosmik yang memukau.
Baca Juga: Fenomena Langka Malam Ini: Strawberry Moon Terendah Sejak 2006, Tak Terulang hingga 2043!
Gerhana Matahari Cincin (Solar Eclipse) - 21 September
Dua minggu kemudian, pada 21 September, sebuah Gerhana Matahari Cincin akan terjadi.
Fenomena ini muncul ketika Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi saat melewati antara Matahari dan Bumi, menciptakan sebuah "cincin api" yang menyala di sekitar Bulan.
Tergantung pada lokasi Anda, Anda mungkin akan menyaksikan gerhana sebagian atau gerhana cincin.
Penting untuk diingat, jangan pernah melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan kacamata gerhana khusus untuk menghindari kerusakan mata.
Ekuinoks Musim Gugur - 22 September
Sehari setelah gerhana matahari, pada 22 September, Ekuinoks Musim Gugur akan menandai keseimbangan sempurna antara siang dan malam.
Ini terjadi saat kemiringan sumbu Bumi sejajar dengan Matahari.
Peristiwa ini secara resmi menandai dimulainya musim gugur di belahan Bumi utara dan musim semi di belahan Bumi selatan, sebuah momen keharmonisan kosmik yang telah dirayakan sejak zaman kuno.
Bulan ini menjadi kesempatan emas untuk menyaksikan keajaiban alam semesta, mulai dari keindahan magis bulan, cincin api matahari, hingga keseimbangan abadi ekuinoks.