LombokPost - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram telah mengambil langkah antisipasi dengan mendirikan posko siaga di dua titik rawan.
Hal ini dilakukan untuk menghadapi potensi gelombang tinggi yang dipicu oleh fenomena bulan purnama "Corn Moon" yang bertepatan dengan gerhana bulan total pada September 2025.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Mataram Muzakki mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada dan siaga.
"Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang laut maksimum," ujar Muzakki.
Daerah Terdampak di Lombok dan Sumbawa
Berdasarkan data dari BMKG, sejumlah wilayah di Pulau Lombok berpotensi terdampak gelombang tinggi, termasuk:
* Ampenan
* Sekarbela
* Gerung
* Lembar
* Pemenang
* Jerowaru
* Labuhan Lombok
Potensi dampak serupa juga diprediksi terjadi di wilayah pesisir Pulau Sumbawa, antara lain:
* Sumbawa
* Labuhan Badas
* Palibelo
* Woha
* Bolo
* Langgudu
* Soromandi
* Sape
* Rasanae Barat
* Hu’u
* Asakota
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kota Mataram telah mendirikan posko siaga 24 jam di dua lokasi yang paling rentan, yaitu Bintaro dan Tanjung Karang.
Posko ini akan dijaga oleh tim Satgas BPBD selama satu minggu penuh, mulai dari tanggal 8 hingga 13 September 2025.
"Kita antisipasi secepatnya," tegas Muzakki, meskipun saat ini kondisi gelombang di pesisir Pantai Ampenan masih terpantau landai.
Fenomena Corn Moon ini sendiri terjadi karena bertepatan dengan masa panen jagung di wilayah utara Amerika Serikat.
Uniknya, fenomena ini juga dibarengi dengan gerhana bulan total 2025 yang bisa disaksikan di sebagian besar wilayah Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.
Di Kota Mataram, gerhana telah berlangsung sejak 7 September 2025 hingga dini hari 8 September 2025. Gerhana penumbra dimulai pukul 23.28 WITA, diikuti gerhana sebagian, gerhana penuh, hingga gerhana maksimum pada pukul 02.11 WITA.
Dengan adanya kesiapsiagaan dari seluruh elemen pemerintah ini, diharapkan dampak negatif dari fenomena alam ini dapat diminimalisir, sehingga keselamatan dan keamanan masyarakat pesisir Mataram tetap terjaga.
Editor : Siti Aeny Maryam