LombokPost - Laga AC Milan vs AS Roma layak disebut sebagai big match 2 tim kejutan.
Keduanya tampil baik, sehingga kini sama-sama ada di papan atas Serie A Italia, AS Roma urutan 2, AC Milan urutan 4.
Jika game ini dimenangkan AS Roma, mereka bisa naik ke puncak klasemen, sebaliknya, jika AC Milan yang menang, mereka bisa menyamain poin AS Roma.
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri pun mengingatkan tujuan utamanya mengembalikan AC Milan ke habitatnya, yakni kompetisi Liga Champions.
Ya, sejak awal musim AC Milan mematok target 4 besar Serie A Italia.
Namun menengok penampilan impresif mereka, para fans AC Milan kini bahkan mulai berani berharap lebih.
"Kita tidak boleh melupakan tujuan utama kita kembali ke Liga Champions. Kita harus tetap seimbang dan tidak putus asa dengan dua hasil imbang ini. Konsistensi adalah kuncinya," kata pelatih AC Milan Massimiliano Allegri.
Salah satu senjata utama AC Milan bermain baik adalah Luka Modric.
Pemain AC Milan berusia 40 tahun itu adalah pemain yang paling banyak menyentuh bola, paling banyak mencoba umpan, paling banyak menyelesaikan umpan, dan paling banyak menerima umpan di Serie A.
Baca Juga: Laga Penentu Kelayakan AC Milan Ada di Papan Atas
Pelatih Massimiliano Allegri segera menyadari bahwa peran Luka Modric di AC Milan sangat penting, terbukti dari banyaknya menit bermain yang dibukukan sang pemain.
Luka Modric nyaris selalu menjadi starter di setiap pertandingan Serie A, hanya Matteo Gabbia (810 menit) yang bermain lebih banyak daripada Luka Modric (785 menit) di AC Milan.
Kehadiran Luka Modric di AC Milan bukanlah sentimental, melainkan murni berdasarkan performa.
Berbicara soal Liga Italia, saat ini di Serie A, Inter Milan dan Napoli adalah favorit pertama, tapi persaingannya terbuka, ada AS Roma dan AC Milan, juga Juventus. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic