Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyebut pemerintah juga menyiapkan subsidi bunga sekitar Rp 38 triliun untuk program ini.
“Ada kenaikan angka yang kurang lebih sekitar Rp 40 triliun. Kenapa seperti itu? Karena memang Presiden concern sekali terhadap ekonomi kerakyatan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11).
Maman menambahkan, penyaluran KUR tahun 2026 akan lebih condong ke sektor produksi, dengan target sebanyak 65 persen dari total plafon. Tahun ini, porsi target sektor produksi adalah 60 persen dan diperkirakan mencapai realisasi 61 persen pada Desember.
“Dan sepanjang sejarah program KUR, inilah pertama kali kita mencapai target yang sesuai dengan yang sudah ditargetkan ke sektor produksi yaitu sebesar 60,7 Persen. Sampai Desember kita sampai di 61 persen,” katanya.
Program KUR juga diperkirakan mampu menyerap antara 7,7 juta hingga 11,6 juta tenaga kerja, berdasarkan riset BRIN mengenai kemampuan satu entitas usaha menyerap 2–3 pekerja.
Editor : Redaksi Lombok Post