LombokPost - Syukuran peringatan HUT ke-76 NTB digelar di halaman Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Praya, Lombok Tengah, Rabu (17/12).
Pada kesempatan itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengajak semua elemen berkolaborasi, bangkit bersama, dan kerja cepat.
Ini untuk membawa Provinsi NTB menjadi daerah yang makmur, berdaya saing, dan mendunia.
Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-76 Provinsi NTB, yakni Gerak Cepat NTB Hebat. “NTB harus bergerak cepat, tepat, dan berdampak,” kata Gubernur Miq Iqbal dalam sambutannya.
Syukuran HUT ke-67 NTB turut dihadiri anggota DPR dan DPD RI Dapil NTB; mantan gubernur dan wakil gubernur NTB; pimpinan DPRD; Forkopimda; bupati/wali kota se-NTB; tokoh agama; tokoh masyarakat; pemuda; insan pers; dan ribuan warga masyarakat.
Tema Gerak Cepat NTB Hebat tersebut selaras dengan Triple Agenda NTB Makmur Mendunia. Yakni penurunan angka kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pariwisata yang mendunia.
Menurut Gubernur Miq Iqbal, tema tersebut bukan sekadar slogan.
Melainkan arah kerja nyata pemerintah daerah untuk memastikan setiap kebijakan bergerak cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat dan setiap langkah pembangunan memberi hasil yang hebat dan nyata,” katanya.
Kemiskinan Turun, Ketahanan Pangan Meningkat. Sementara itu, dalam kurun waktu sepuluh bulan, Pemprov NTB mencatat sejumlah capaian signifikan. Angka kemiskinan NTB berhasil ditekan dari 11,91 persen pada 2024 menjadi 11,78 persen pada 2025. Dengan dimulainya program Berdaya Transformatif, penurunan kemiskinan ditargetkan semakin progresif ke depan.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah fokus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) telah dilaksanakan di lebih dari 10.700 hektare sawah. Hal ini memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.
Produksi padi NTB juga meningkat signifikan, dari 1,45 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 2 juta ton pada akhir 2025. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak dari 123 pada Desember 2024 menjadi 128 pada November 2025.
“Seperti yang kita impikan bersama, hari ini petani sudah mulai tersenyum. Dan kita ingin senyum itu semakin lebar,” ujar Gubernur Miq Iqbal.
Sektor pariwisata, fondasi menuju destinasi kelas dunia terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas. Frekuensi penerbangan ke Sumbawa meningkat dari satu menjadi dua kali sehari, sementara ke Bima dari dua menjadi tiga kali sehari.
Sepanjang 2025, NTB juga membuka lima rute penerbangan nasional baru menuju Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi.
Ke depan, tiga rute penerbangan internasional baru ke Perth, Darwin, dan Bangkok dipersiapkan mulai 2026. Sisertai upaya membuka konektivitas ke Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa.
Selain itu, jalur kapal cepat Sanur – Senggigi – Mandalika serta layanan sea plane yang menghubungkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dengan destinasi pulau-pulau kecil di NTB tengah dipersiapkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026.
Di luar triple agenda, sejumlah langkah fundamental juga berhasil dituntaskan. Antara lain perbaikan total empat ruas jalan strategis provinsi, yakni Simpang Tano Seteluk, Lenangguar Lunyuk, Pohgading Dasan Gres, dan Wakul Ketejer.
Di bidang kesehatan, RSUD Manambai Sumbawa berhasil naik kelas dari tipe C ke tipe B. Sehingga masyarakat Pulau Sumbawa kini dapat mengakses layanan kesehatan rujukan tanpa harus ke Mataram, Lombok.
Selain itu, studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan port to port Lembar – Kayangan ditargetkan rampung pada 2025. Dengan harapan konstruksi dapat dimulai pada 2027.
Sepanjang 2025, NTB juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya TPAKD Awards sebagai provinsi terbaik wilayah timur dalam akses dan literasi keuangan.
Juara I SPM Awards tingkat nasional; penghargaan Kemendagri dan Majalah Tempo atas peningkatan layanan Kesehatan; konsisten masuk tiga besar nasional realisasi pendapatan dan belanja daerah; dan Juara I Anugerah Adinata Syariah 2025, serta sejumlah penghargaan lain di kategori halal, pendidikan, dan keuangan syariah.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Namun kita tidak boleh berpuas diri. NTB harus terus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih adaptif,” tegas Gubernur Miq Iqbal. (lil/r3)
Editor : Jelo Sangaji