Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan skema mitigasi guna menghadapi ancaman penyakit menular ini.
"Yang berkaitan dengan Superflu, secara khusus saya sudah meminta kepada dinas kesehatan, Bu Ani (Kepala Dinas Kesehatan DKI) untuk mempersiapkan antisipasi," terang Pramono di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Pramono menambahkan, koordinasi lintas sektoral juga telah dilakukan, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Kesehatan. "Kemarin saya juga sudah berkomunikasi dengan bapak Menteri Kesehatan. Antisipasi di Jakarta sudah kami lakukan," katanya.
Apa Itu Superflu?
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa Superflu adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.
Nama "Superflu" disematkan karena karakteristik penularannya yang sangat masif. "Disebut Superflu karena penyebarannya relatif lebih cepat. Aktivitas penularannya mulai meningkat secara global sejak Agustus 2025," kata Ani.
Meski penyebarannya cepat, Ani menyebut data epidemiologi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan penyakit dibandingkan flu biasa.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti pentingnya pengawasan di pintu masuk negara, seperti Bandara Soekarno-Hatta.
Mengingat mobilitas warga yang tinggi pascalibur Natal dan Tahun Baru, pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri menjadi kunci.
"Penyakit ini bisa disebut penyakit pendatang. Saudara-saudara kita yang berlibur ke luar negeri, begitu masuk bandara dipantau itu. Sebenarnya itu (pemantauan) kegiatan rutin, hanya kewaspadaannya yang harus ditingkatkan," jelas Rano.
Baca Juga: Karo Perekonomian Setda NTB Ditahan dalam Kasus Korupsi Masker Covid-19
Berdasarkan data Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026, virus ini diketahui sudah beredar di delapan provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025, antara lain:
Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY. Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
"Sampai saat ini, belum ditemukan kasus Superflu di Jakarta," tegas Ani.
Sebagai langkah deteksi dini, Dinkes DKI mengoperasikan sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas pada setiap kota administrasi serta satu rumah sakit rujukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama di tengah musim penghujan. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:
Rutin mencuci tangan dengan sabun. Menggunakan masker saat merasa tidak sehat. Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Menjaga asupan nutrisi, minum air minimal 2 liter/hari, dan istirahat cukup.
"Masyarakat harus senantiasa menjaga kesehatan karena potensi penularan ISPA tetap ada," pungkas Ani.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post