Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Ekstrem Hantam Sekolah, Kaca SMAN 9 Mataram Pecah, Kepsek Himbau Pemkot Segera Lakukan Perampingan Pohon Rawan Tumbang

Rosmayanthi • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:05 WIB

Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah
Kepala SMAN 9 Mataram Nengah Istiqomah
Lombok Post – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Mataram hingga Jumat (23/1) hari ini, mulai memicu kekhawatiran serius di sektor pendidikan.

Kondisi atmosfer yang tidak menentu ini telah menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah fasilitas sekolah, yang secara langsung mengancam keselamatan siswa dan tenaga pengajar di tengah proses belajar mengajar.

Salah satu dampak paling nyata terjadi di SMAN 9 Mataram. Pada Jumat (23/1) pagi, sekolah tersebut menjadi korban terjangan angin kencang yang menyebabkan kerusakan pada material bangunan dan menciptakan risiko keselamatan di area gerbang sekolah.

Kejadian bermula saat hujan angin dengan intensitas tinggi menerjang wilayah Mataram sejak dini hari. Di SMAN 9 Mataram, hempasan angin yang sangat kuat mengakibatkan beberapa kaca jendela ruang kelas pecah berserakan.

Tidak hanya itu, dahan-dahan besar dari pohon yang berada di depan sekolah patah secara tiba-tiba dan jatuh tepat di area pintu gerbang.

Beruntung, saat dahan pohon tersebut jatuh, tidak ada siswa yang sedang melintas di bawahnya. Namun, kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan dan mengganggu akses masuk sekolah.

Kepala SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd., mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap kondisi pepohonan yang rimbun namun mulai rapuh di sekitar area sekolah. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak memiliki kapasitas untuk menangani pohon-pohon besar yang berada di luar pagar sekolah (area publik).

"Kami sangat berharap dinas terkait, baik DLH maupun pihak yang berwenang, bisa segera turun ke lapangan untuk membenahi dahan-dahan pohon yang sudah rapuh, terutama yang berada di depan pintu masuk sekolah. Ini demi keamanan anak-anak dan guru kami," ujar Istiqomah saat meninjau lokasi terdampak.

Fenomena yang dialami SMAN 9 Mataram ini menjadi alarm bagi sekolah-sekolah lain di ibu kota provinsi. Kepala sekolah di berbagai titik di Mataram kini mulai melakukan langkah antisipasi mandiri, namun mereka tetap membutuhkan bantuan pemerintah untuk intervensi teknis yang lebih besar.

Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram misalnya, mengimbau para siswa untuk lebih waspada ditengah cuaca ekstrem belakangan ini.

Cuaca Ekstrem hantam sekolah di Mataram, kaca SMAN 9 Mataram Pecah, Kepsek himbau Pemkot segera lakukan perampingan pohon rawan tumbang.
Cuaca Ekstrem hantam sekolah di Mataram, kaca SMAN 9 Mataram Pecah, Kepsek himbau Pemkot segera lakukan perampingan pohon rawan tumbang.

"Kami himbau semua siswa untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang atapnya terlihat rawan. Kami juga mengingatkan adanya kaca yang pecah, sehingga pihak sekolah telah mensterilkan beberapa titik agar tidak melukai siswa," ungkap Istiqomah.

Dilain sisi ia berharap Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan patroli pemangkasan pohon secara masif (pohon rawan tumbang) di sepanjang jalur sekolah. Mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, tindakan preventif menjadi harga mati guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kepsek #SMAN 9 Mataram #Sekolah #pecah #pohon #Istiqomah #Cuaca Ekstrem